Author Archives: dailydewi

Temen Apa Demen?

Akhir-akhir ini gue lagi memperhatikan hal hal yang terjadi di sekitar gue. di rumah, di kantor, di pengajian, di tempat ngumpul ma temen temen.. pokonya di semua tempat. banyak hal yang terjadi dan kesemuanya ampir sama. pernah denger istilah temen tapi mesra?

Tolong kasi tau gue definisi dari temen itu apa sih? mungkin kalo temen yang sesama jenis seperti cewe ma cewe or cowo ma cowo (kecuali yang homoseks) arti temen itu sudah bisa kita deskripsikan langsung, a friend in need is a friend indeed tea.. for good times and bad times i’ll be on your side forever more, thats whats friends are for cenah kata lagu mah.. tapi klo kita menjalin pertemanan dengan lain jenis lain juga ceritanya. gue pernah baca di sebuah artikel atau di novel ya?lupa..hehe.. intinya mah jarang ada pertemanan lain jenis yang tidak dibumbui dengan romance or rasa cinta. kita memang bisa nyangkal di mulut dengan bilang klo kita gada pa pa, cuman temen, tapi rasa kangen, rasa sayang alias nyaah alias deudeuh, rasa ingin memiliki, itu akan muncul begitu saja tanpa bisa kita hindari. dan menurut gue, ketika rasa itu muncul, maka hubungan itu tidak murni lagi bernama temen.

Menurut gue, yang namanya temenan dengan lain jenis itu ga pegangan tangan, gada shoulder to cry on, ga kissing each other, gada kata kata mesra, karena kesemua itu adalah hal hal yang hanya boleh dilakukan ketika kita sudah menikah karena itu termasuk zinah. ummmm, tapi itu menurut keyakinan yang gue tau, entah klo temen-temen punya pendapat lain.

Mungkin sekarang definisi pertemanan itu sudah banyak berubah ya? dan mungkin pelajaran moral itu udah ga diajarin disekolah sekolah ya? karena gue liat gaya hidup hedonisme itu udah menyebar dan mengakar (kayak quotenya Pikiran Rakyat) keseluruh sendi sendi kehidupan masyarakat Indonesia. segala sesuatu yang menurut mereka asik udah dijadiin pembenaran. padahal kata bang haji Rhoma Irama “semua yang asik asik dan semua yang enak enak itu yang dilarang oleh agama”.

Jadi klo ada seseorang yang masuk kriteria yang gue bilang tadi bilang ke gue,”kita kan cuman temen”. gue pasti balik tanya,”temen apa demen?”. gue udah tau jawaban yang akan mereka kasi ke gue adalah,”suer wi, gada apa apa koq, cuman temenan”. dan ketika itu pula gue sulit untuk percaya ma mereka lagi. gue cuman bisa bilang, “untukmu agamamu, untukku agamaku” (QS. Al Kafiruun 109:6).

Lagi Sedih

Hari Selasa kemaren, bokapnya temen gue meninggal dunia.. gue jadi sedih. tapi jujur sedihnya bukan karena ngerasa kehilangan bokapnya temen gue itu, tapi sedih inget betapa gue juga akan mengalami hal yang sama, meninggal dunia. mengingat hal itu gue jadi mikir beberapa hal yang bikin gue tambah sedih lagi. sudah cukupkah amal sholeh yang gue punya untuk bekal bertemu dengan Sang Khalik nanti? bisakah gue menjawab pertanyaan malaikat ketika gue di alam kubur nanti?

Uummm..gue sedikit inget sama tausyiahnya ustadz beberapa minggu lalu. katanya, jika kita mengetahui suatu keburukan yang diperbuat oleh seseorang, maka kita harus mengingatkan orang tersebut untuk kembali ke jalan yang benar, ke pedoman hidup kita, al-quran dan as-sunah. jika tidak kita peringatkan, maka kita berdosa. duuh.. ini yang bikin gue bingung. gue udah pernah liat atau tau bahwa seseorang berbuat salah atau keburukan, tapi yang bikin gue sedih adalah gue ga bisa berbuat apa-apa untuk memperbaikinya atau mencegahnya sekalipun. gue takut sebenernya, takut dianggap sok suci, sok tau, sok pinter dan beribu ribu kata lainnya. hhhh.. bener apa kata ustadz, jalan dakwah memang tidak mudah, terjal dan berliku. Gimana jaman Rasul dulu yah? pasti lebih berat dari jaman sekarang..

Gue cuman bisa berdoa, mudah-mudahan kita semua dibukakan hati seluas-luasnya, selapang-lapangnya, untuk bisa menerima masukan, kritik dari orang lain, yang insyaAllah baik bagi diri kita. mudah-mudahan Allah memberi hidayah bagi kita smua untuk kembali ke jalan yang diridhoiNya. mudah-mudahan kita senantiasa dituntun Allah untuk menjalankan Islam secara kaffah, tidak parsial. mudah-mudahan kita bisa menjawab pertanyaan malaikat kubur nanti. mudah-mudahan bekal kita cukup ketika kita dipanggil menghadapNya. Amiiiiiin.

Outbound Kantor

klo ngedenger kata outbound, yang kebayang adalah ngelakuin games, terus dievaluasi, dan langsung bisa disimpulkan apa inti dari permainan itu..

outbound kantor gue diadakan tanggal 7 Juni kemaren di Daerah Situ Cileunca, Pangalengan. games outboundnya sih rada garing.. standarlah.. yang sedikit mengusik adrenalin gue sih paintball, flying fox ama raftingnya itu lohh.. ga sabarrrrr.. pas rafting, gue diceburin ma guidenya dua kali, yang pertama cuman gue sendiri, yang kedua barengan ma tim gue. tapi rafting ma flying foxnya ternyata ga seserem yang gue bayangin, gue jadi pengen bungee jumping niy, lebih serem mana yah?





dengan outbound pula kita jadi lebih tau, lebih mengenal siapa sosok di samping meja kita selama ini, sosok temen ngegosip kita, pribadi seperti apa anak buah kita, alam bisa menampilkan bagaimana karakter mereka sesungguhnya. yang paling menonjol itu yang banci tampil, yang penakut, yang over confident, penjilat sejati, pencari muka atasan, orang yang cuek, pemberani, bernyali tinggi, tipe leader sejati, seumur hidup jadi copy cat, atau seumur hidup tukang ngekor pantat orang lain alias ga punya pendirian, dan yang paling mencolok adalah tipe orang yang tidak melihat berbagai macam resiko dan kemungkinan yang akan terjadi di alam dan dia tidak membuat persiapan apapun untuk menghadapi resiko dan kemungkinan terburuk itu.

ga rugi ikutan outbound, mudah mudahan taun depan out boundnya lebih rame (klo ada), lebih menantang, lebih seru, lebih asik dan semua kelebihannya..