All posts by dailydewi

Transformasi Dailydewi.com

Day 85 of 366 in 2024

Dailydewi.com tahun ini akan berusia 16 tahun. Berdiri sejak 2008 menggunakan domain blogspot.com dan akhirnya punya domain sendiri dengan akhiran dot com di sekitar 2014-2015 nyaris belum ada sesuatu yang signifikan yang ‘dihasilkan’ dari blog ini kecuali kesukaan saya share soal traveling secara detail.

Tahun ini, setelah sekian lama hiatus, saya memutuskan untuk merubah arah dari blog ini menjadi sebuah diary dari perempuan berumur 40 tahunan. Mungkin akan menceritakan tentang perasaan, kehidupan dan juga wejangan wejangan bagi generasi di bawahnya yang mungkin akan berguna di kemudian hari. Saya pun berjanji, setiap hari menulis 1 judul mengenai hal hal yang sangat erat hubungannya dengan umur 40an ini.

Mungkin bukan sebuah hal yang baru. Tapi setidaknya saya melakukan sesuatu yang berbeda dari sudut pandang saya sendiri, yang menjalaninya dengan penuh antusiasme. Saat ini saya dalam posisi tidak punya pekerjaan dan ingin mencoba untuk berkonsentrasi melakukan hal hal yang saya sukai sebelum akhirnya memutuskan untuk bekerja kembali dan mendapatkan income tetap setiap bulannya.

Bismillahirrahmaanirrahiiim.

Perjalanan yang meluaskan pandangan

Kacamata hejo yg gue pake selama trip ke Agra – Kashmir – Delhi akhir Agustus 2022 lalu mendapat banyak perhatian. Entah karena produknya yg bagus atau guenya yg kepedean pake itu 🤪. Secara masih summer dan matahari deket banget ama mata, ya gue pakelah kemana mana.

Kedepannya, kacamata ini jadi sebuah simbol buat gue, betapa banyak pelajaran hidup yg bisa diambil dari sebuah perjalanan. Semuanya dimulai dari niat, sudut pandang, frame, pikiran dan dari output apa yg ingin dihasilkan.

Satu hal yg jadi pegangan, “Fokus pada hal yg bisa kamu kendalikan” itu works banget di semua aspek kehidupan gue termasuk saat trip kemarin. Karena dengan itu, gue jadi mudah utk manage expectation dan ngeset standar untuk diri sendiri supaya gak terlalu banyak overthinking 🤪.

Kita tau kan ya kalo kita gak bisa menyenangkan semua orang dan kita juga gak bisa kendalikan pikiran orang. Nah, biar soft skill lo terasah terutama yg punya role sebagai leader, gue saranin utk pergi traveling secara group (bisa small atau medium aja jumlahnya dan bisa mulai dari keluarga sendiri) dan lihat perubahan apa yg terjadi di dalam cara pandang lo terhadap sesuatu. Thank me later.

Reposted Instagram @dailydewi

Perkara Logat Bahasa Inggris

at some park in Srinagar, Kashmir

Memperkenalkan produk sendiri ke berbagai suku bangsa dan beragam dialek bahasa bukan perkara gampang, yang penting percaya diri. Jangan takut sama bahasa Inggris lo yg kental logat Sundanya atau malahan medok Jawa. Orang Jepang, China, Italia, Meksiko, Timur Tengah, Perancis, Jerman, Afrika, Thailand, Taiwan, Brazil, Chile dan lain lain juga pake logat masing masing negaranya kok. Jadi kita setara! .

Beberapa kali naik taksi online, supirnya malahan penasaran, “Kalian pada belajar bahasa Inggris di mana dan kapan sih? Kok pada fasih?” Mereka sangat apresiasi orang asing yg bisa bahasa Inggris. Orang lokal juga bilang, “Kami kadang aneh sama bangsa kami sendiri, ngapain sih ngeributin logat negara bagian mana yang paling ‘keren’? Trus malah saling ejek satu sama lain. Padahal seluruh dunia punya logat masing masing.”

Pengalaman gue sih, practice make perfect. So, kalo ada yang lagi belajar ngomong pake bahasa Inggris, gak usah lah di bully, ntar mereka malahan gak pernah berani buat ngomong. Terkadang itu lho yg menghambat orang lain maju. Orang bule itu suka ngasih tau kita salah pengucapan, “You mean this… right?” Untuk kata yang salah. Kita sama sama belajar aja memperkaya kosakata, supaya Indonesia bisa bersaing dengan negara lain di dunia. Itu kan goals utamanya 😉

repost dari postingan instagram @dailydewi

Singapura, U2, Itinerary 21 Jam dan 2 Hal Esensial

Yeaaaa, sebutlah saya sobat misqueen dan pelit. Ke Singapura PP weekend kemaren cuman buat nonton konser U2 yang kata para julidawati isinya aki aki semua. Hih, bukan aki aki itu mah, Sugar Daddy meureun :)). Yaaaa, kalo kalian semua udah jadi die hard fans-nya sebuah grup musik, penyanyi dan atau klub sepakbola pastinya bakalan paham lah apa yang saya lakukan ini. Bela belain nonton walaupun stage-nya nun jauh di sana dan saya cuman setitik aja diantara 50 ribu orang yang nonton U2 hari itu.

tim nonton U2 The Joshua Tree Tour hari Sabtu, 30 November 2019
Antrian merchandise official U2 yang mengular panjang kali lebar

Bono, Larry Mullen Jr, The Edge dan Adam Clayton sukses mengguncang National Stadium of Singapore hari itu. Gemeteran ini mah ngeliat Bang Bono walau hanya dari giant screen aja. Pertunjukan kelas dunia mereka sajikan untuk memuaskan dahaga para warga negara Asia Tenggara yang haus akan konser band dengan kasta paling tinggi di dunia musik. Yaaa gimana gak kasta paling tinggi, udah dapet 22 piala Grammy dan belum ada yang bisa nyamain mereka. Kudos.

Hello there, Bang Bono (photo credit : Bob Adrian)

Sudahlah, kalo ngomongin U2 bakalan susah di stop, haha. Mending kita ganti topik ke hal lain. Seperti yang udah saya post sebagai teaser di IG stories beberapa waktu lalu, saya kepengen cerita soal 2 hal esensial yang pegang peranan penting saat trip kemarin. Saya bisa sebut esensial, setelah melalui proses panjang persiapan itinerary yang sebetulnya hanya akan menghabiskan waktu 21 jam saja. Justru karena hanya 21 jam itu maka saya harus lebih efektif dan efisien dalam memanfaatkan setiap waktunya. Ini perlu dicamkan dalam hati para traveler kayak saya sebelum menentukan itinerary :

  1. Tentukan goals. Goals saya : nonton U2
  2. Susun prioritas. Prioritas saya : Hemat + singkat

Ok, this is what i do when puzzling my 21 hrs itinerary with that 2 points.

  1. Terpenting dari semuanya, lo nonton konser venue-nya dimana, tanggal berapa dan jam berapa harus udah ada di venue? Ini WAJIB masuk daftar paling pertama karena akan nyambung kemana mana nantinya. Saya sudah menentukan bahwa akan nonton yang tanggal 30 November dan konser dimulai jam 8 malam tapi kita sebaiknya sudah ada di venue maksimal 2 jam sebelumnya.
  2. Sebagai sobat misqueen yang udah janji sama diri sendiri gak akan ribet dan bakalan banyak menghemat, maka lo harus cari tau, kapan jadwal MRT paling terakhir yang meninggalkan Stadium? Ini penting karena saya ogah bayar taksi. Duitnya mending buat yang laen.
  3. Iyak, saking mau menghematnya, saya sampe merencanakan untuk tidur di bandara aja. Hal apa yang perlu dicari tau dengan rencana ini? Baggage storage, lounge gratis dan shower room gratis. Sila cek di website Changi Airport yang infonya super duper lengkap.
  4. Apa aja yang harus dibawa dengan keadaan seperti di atas?

Ini yang saya lakukan untuk menjawab keempat pertanyaan tersebut :

Goals 1, nonton U2. Beli tiketnya dengan kelas paling terjangkau. Kebetulan temen ada yang jual, yaudah dibeli aja.

Goals 2, Hemat dan singkat.

  1. Beli tiket pesawat yang flightnya dari Bandung. Alhamdulillah ada yang berangkat pukul 12.35 dan sampe SIN 15.30. Aman. Ini menghemat biaya travel dan waktu perjalanan Bandung – Jakarta yang kadang macetnya gak penting.
  2. Memutuskan untuk tidak booking hotel dan menginap di bandara saja tapi tetep bawa baju ganti karena udah pasti keringetan parah pas nonton konser. Things to do :
    1. Beli tiket pulang pagi yang murah supaya gak terlalu lama diem di bandara. Saya beli yang flightnya 8.15 pagi. Emang bukan first flight sih, tapi ini yang paling murah.
    2. Cari baggage storage di terminal keberangkatan pulang ke Jakarta untuk titipin ransel isi baju dan peralatan mandi, karena gak boleh bawa tas gede ke tempat konser. Harga titip untuk ransel 10 SGD
    3. Cari lounge untuk nginep beberapa jam saja. Berbayar ada, gratisan ada, tinggal pilih aja. Tentunya saya pilih yang gratisan. Cari shower room. Gak ada yang gratis ternyata, harus bayar 16 SGD tapi dapet amenities lengkap.
  3. Makan cari yang kenyang dan terjangkau. Saya sih menyerahkannya kepada fastfood saja. Minum? Isi ulang tap water, trus minum aja ampe kembung.
  4. Memutuskan untuk pake MRT ke mana mana karena pertimbangan hemat, waktu dan jarak. Pahlawan untuk poin ini adalah paywave visa card dari bank lokal Indonesia yang sumpah beneran praktis banget. Tap tap tap, kelar. Biar hemat waktu, saya browsing dulu pake kereta apa turun dimana dan sambung apalagi. Total ongkos MRTnya 40K aja. MRT terakhir adalah pukul 23.30. So, saya harus segera cabut dari Stadium setelah konser U2 berakhir supaya bisa kejar MRT. Alhamdulillah konser selesai 22.30 jadi semua bisa sesuai dengan rencana.
Ongkos MRT PP Changi – Stadium pake Visa Paywave

Sekarang mari kita bahas 2 hal esensial yang saya sebutkan di judul. Apaan tuh? Bukan iklan ya, ini murni pengalaman pribadi. Aselik kebantu banget. Silakan bawa ini ke Singapura and you’re welcome.

  1. Foldable cup, bisa dibeli di online atau cafe. Saya waktu itu belinya di sebuah cafe di Jakarta.
  2. Debit card paywave. Gak harus dari bank yang sama dengan saya, tapi saat ini yang sudah bisa memang baru bank itu.

Mau tau gimana ceritanya? Videonya bisa lihat di sini ya. Males nonton videonya? Baca sampe habis kalo gitu 😀

Kenapa foldable cup?

Kalian tau kan di Singapura panasnya udah gak jauh sama Jakarta? Artinya lo harus minum lebih banyak lagi biar gak overheat dan juga dehidrasi. Sebelnya, harga air mineral di Singapura lebih mahal dari minuman lain. Inget goals saya yang ingin tetap hemat kan. Alhamdulillah ada banyak water station tap water tersebar di hampir semua tempat di Singapura, maka, bawalah tempat minum supaya isi ulang dimana aja gampang. Tapi, tempat minum kayak gimana? Secara ke tempat konser lo gak boleh bawa botol kosong? Solusinya ya foldable cup seperti yang saya bawa ini. Foldable cup ini gak makan tempat dan diperbolehkan dibawa masuk ke dalam tempat konser. Di tempat konser, minuman botol yang lo beli, harus dibuang tutupnya. Kalo lo belum mau ngabisin, ya simpen aja di foldable cup ini. Kapasitasnya 355 mL sih yang punya saya ini. Cukup lah untuk 5-7x teguk.

Kenapa Paywave card?

Cerita soal paywave card udah saya share di atas ya. Hihi. Oiya, saya nuker duit 50SGD masih nyisa 30an. Kepakenya cuman buat bayar baggage storage dan makan aja. Mantul, kan? :))

There you go! Mungkin ini judul blog paling panjang diantara sekian banyak yang pernah saya tulis. Saking semangatnya, saya nulis ini dimanapun saya bisa nongkrong buka laptop. Haha. So, here it is! pengalaman yang singkat, hemat tapi tetap padat dan menyenangkan karena U2 mylaaaafff. Nextnya jalan jalan kemana nih?

PS : Stay hidrate ya gaes. Semoga bermanfaat!