Category Archives: My Journey

All about my journey, traveling, trip and my adventure all around the world!

Tersesat di London (3)

Buat ciwi ciwi penggila belanja pasti gak akan pernah melewatkan Harrods, salah satu departemen store tertua di London. Di Harrods, kamu bisa temukan produk produk premium dari mulai fashion hingga cokelat. Jangan pernah lupakan section gift shop merchandise yg isinya macam macam barang bertuliskan monogram Harrods. Surgaaaaa banget.

Merchandise di Harrods dengan motif menyerupai batik kawung

Merchandise di Harrods dengan motif menyerupai batik kawung

Boneka beruang raksasanya Harrods bersama Dhena

Boneka beruang raksasanya Harrods bersama Dhena

Harrods bisa dijangkau menggunakan tube Picadilly line, turun di Knightsbridge station. Kamu juga bisa sih pake bis, tapi entah bis nomor berapa.

Etapi, pertama kali masuk Harrods saya tersesat juga. Nyari tangga naik kok ya susah banget. Akhirnya ngikutin arus aja sambil liat liat petunjuk jalan. Pas mau keluar, tersesat lagi sampai pada akhirnya gak sengaja nemu eskalator dan ketemu pintu kaca yang bertuliskan EXIT.

Keluar dari Harrods, saya cek maps untuk tau daerah turis mana yg terdekat dari situ. Eh, ternyata ada yg deket! Dan, kita cuman perlu jalan 30 menit aja untuk sampai ke Buckingham Palace! Yeaayy!

20160520_173852

Gak sengaja nemu ini di perjalanan Harrods – Buckingham Palace

Buckingham Palace

Buckingham Palace

Puas foto foto, saya kontak Mas Argo. Kami janjian ketemu di Oxford Street yg station tubenya Oxford Circus dan barengan ke kantor BBC untuk jemput Mba Endang. Yak, beliau memang wartawan BBC selama 20 tahun terakhir ini. Dari Buckhingham Palace ke Oxford Circus station, saya hanya perlu naik Central line 1x stop dari Green Park station. Oya, nyari nyari Green Park station dari Buckingham Palace, saya juga pake apps maps. Males nanya dan ternyata cuman tinggal lurus aja tuh dari lampu merah.

Sesampainya di Oxford Circus station, saya ngikutin arus aja utk keluar. Pintu keluarnya banyak! Alhamdulillah pintu yg saya pilih ternyata pintu yg dekat dengan tempat Mas Argo nunggu. Oxford stret adalah destinasi utama belanja para turis dunia yg datang ke London. Hanya butuh waktu beberapa menit saja berjalan kaki dari station untuk sampai di BBC.

di depan kantor BBC

di depan kantor BBC

To be continued.

Tersesat di London (2)

Siapa Mba Endang?

Pertanyaan yang pasti muncul di benak kalian pas baca postingan saya sebelumnya. Beliau dan anaknya Dito adalah penggagas acara Indonesian Weekend dan bersahabat dengan bos saya. Saya bantuin Mba Endang dan Dito mewujudkan event Indonesian Weekend.

Saya dan Mba Endang di antrian di Platform 9 3/4 King's Cross Station

Saya dan Mba Endang di antrian di Platform 9 3/4 King’s Cross Station

Anyway, selama di London saya tinggal di rumah Mba Endang di utara London. Perumahan yg cukup sepi namun teratur. London saat itu masih dingin dan berangin, baju yg dipakai pun minimal 2 lapis dan berpenghangat.

Hari kedua saya di London karena hari kerja, maka keluarga Mba Endang sibuk semua. Mba Endang dan Mas Argo – suaminya ke kantor, Dito ke kampus sementara Dila – adiknya sekolah. Mas Argo sebelum berangkat ngajarin saya bagaimana cara menggunakan alat transportasi London. Dia kasih saya peta dan kartu Oyster berisi £20. Dan, saya pun ditinggal sendirian di rumah.

Perbedaan waktu antara London dan Jakarta sekitar 6 jam. Jam 7 pagi waktu London berarti jam 1 siang waktu Jakarta. Bangun pagi saya langsung sibuk kerja, balas2 chat dan email. Pas nyadar, udah jam 3 sore aja di London! Malesin amat kalo diem di rumah mulu. Btw, summertime di London mataharinya baru tenggelam sekitar jam 8 – 9 malam. So, saya masih punya waktu untuk jalan jalan. Yeay!

Keluar dari rumah kemudian disambut dengan angin semilir yg nusuk kulit. Alhamdulillah dapet pinjeman jaket anget dari Mba Endang. Saya nunggu bis merah nomor 182 menuju Arnos Grove, stasiun tube terdekat. Karena ini perumahan dan gak ada halte, ternyata kita bisa stop bis dimanapun kita mau naik dan turun. Saya pede aja berangkat walaupun belum tau kek gimana caranya turun dan naik, kudu tempelin Oyster Cardnya dimana dan sayapun belum tau tujuannya akan kemana.

Picadilly line, tube yg singgah di Arnos Grove rupanya banyak melewati tempat tujuan wisata di London. Tanpa pikir panjang, berangkatlah saya ke satu tempat yg jadi salah satu icon London. Ya pasti kamu bisa nebak deh kemana. Yes, Harrods!

To be continued.

Tersesat di London (1)

Kamu mungkin pernah denger quote ini,

Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi mimpi itu.

Arai, Laskar Pelangi

Quote itu ada di buku Laskar Pelangi Edensor yang saya baca sekitaran tahun 2008 dan saya kemudian membisikkan mimpi mimpi saya pada sebuah buku catatan kecil. Di dalamnya termasuk juga daftar tempat yang ingin saya kunjungi.

Kemudian, jika orang bertanya, Negara Eropa mana yang sangat ingin kamu kunjungi? Saya akan menjawab dengan lantang, Inggris. Mimpi hanya sekedar mimpi saat itu. Seiring dengan berjalannya waktu, mimpi itu lalu perlahan terkubur bersama mimpi saya yang lain yang ternyata lebih dulu dikabulkan oleh Tuhan.

Tahun 2015, saya diamanahi mengerjakan project Indonesian Weekend, sebuah event yang rencananya akan dilaksanakan di Potters Fields Park, London tanggal 28 – 29 Mei 2016. Bersama beberapa teman lainnya, kami mengerjakan project ini sepenuh hati.

Indonesian Weekend poster

Indonesian Weekend poster

Indonesian Weekend di Potters Fields Park, London 28 - 29 Agustus 2016

Indonesian Weekend di Potters Fields Park, London 28 – 29 Mei 2016

Atas dasar tanggung jawab dan melihat kontribusi saya pada event ini, perusahaan lalu menunjuk saya untuk berangkat ke London! iya, London! Saya SENAAAANG!!! Namun rupanya, tidak mudah untuk menginjakkan kaki di sana. Setelah melalui banyak drama dan air mata (lebay.. ahahha), tanggal 19 Mei 2016 lalu, sampailah saya di London.

dijemput sama Mba Endang di Heathrow

dijemput sama Mba Endang di Heathrow

Soal drama dan airmata saya akan tulis nanti ya. Part 1 sampe sini dulu, part 2 segera diupload.