Category Archives: My Journey

All about my journey, traveling, trip and my adventure all around the world!

Hiking : Gunung Papandayan (Pondok Salada + Tegal Alun) 2

Pendakian pun dimulai!

Saat itu cuaca mendung, jarum jam sudah beranjak hampir ke pukul 3 sore. Kami harus bergegas, karena sepertinya hujan akan turun sebentar lagi.

Di awal pendakian, kami langsung bertemu dengan kawah setelah melewati jalan lebar yang berbatu. Asap tebal menyambut kami saat perjalanan. Bau belerang tercium kuat. Menurut Kang Agung, kami dilarang berada terlalu lama di sana. Asap dan bau belerang dapat menyebabkan keracunan jika terlalu banyak dihirup.

Baru sampai kawah dan area berbatu, nafas saya sudah habis. Ternyata penyebabnya adalah tas yg saya bawa itu luar biasa beraaaaaaaattt.. :D. Saya minta tolong Dicky buat bantu bawa, ternyata Dicky juga sama sama gak kuat bawanya. Akhirnya setelah menghilangkan gengsi dan rasa gak enak, saya minta tolong sama Kang Ilet untuk tukeran tas, karena tasnya beliau kecil. Belakangan baru saya nyadar, biar kecil, tapi tasnya berat banget!

Masih di area kawah, hujan turun lumayan deras. Kami tetap meneruskan perjalanan karena kawasan kawah yang berbatu ini akan berakhir sebentar lagi. Isitilahnya, kagok kalo harus berhenti dulu untuk pake jas hujan. Sesampainya di akhir kawah, kami pun buru buru mengunakan jas hujan, berharap pakaian yg kami kenakan tidak terlalu basah. Sempat beristirahat sebentar sebelum meneruskan perjalanan, kami memakan bekal yang kami bawa agar gula darah tidak terlampau turun drastis.

Melihat jalur yang akan kami lewati menuju tempat perkemahan Pondok Saladah nyali sudah ciut. Sehabis diguyur hujan, pastinya jalan akan lebih sukar dilalui karena licin. Berbekal doa, tekad dan rasa percaya diri, kami semua melanjutkan perjalanan.

Di tengah jalan, Dicky merasakan kakinya kram. Kakinya tidak mampu untuk digerakan. Agung yang pernah mengalami hal serupa turun tangan membantu Dicky. Tak lama kemudian, Dicky pun bisa berjalan lagi. Trek selanjutnya lebih berat lagi, licin dan minim pohon atau setidaknya akarnya untuk dapat dijadikan pegangan. Dicky sempat jatuh dua kali di sana.

 

Setelah melewati trek licin itu, sampailah kami ke persimpangan antara ke Pondok Saladah dan Tegal Panjang. Mengambil arah ke Pondok Saladah mengharuskan kami melewati hutan homogen Cantigi (Vacsinium faringifolium) selama kurang lebih 15 menit, barulah sampai. Para pria langsung mendirikan tenda karena hari mulai gelap dan hujan belum mau berhenti.

Pondok Saladah
(foto diambil keesokan harinya)

To be continued….

Hiking : Gunung Papandayan (Pondok Salada + Tegal Alun) 1



Prolog

Rasanya sudah lama saya gak cerita panjang lebar soal perjalanan yang saya lakukan. Saat ke Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru (TNBTS), Situ Patengan dan Pantai Ciamis-Tasikmalaya-Garut saya hanya bercerita lewat foto saja. Pada perjalanan kali ini saya coba cerita dengan detail yaaa.. 🙂

Saya sudah lama ingin hiking ke Gunung Papandayan tapi selalu kepentok sama urusan waktu cuti dan pekerjaan yang sepertinya gada habis habisnya. Tawaran pertama datang dari milis, seorang teman posting bahwa dia berencana akan hiking ke sana awal Maret 2011, kebetulan waktunya cocok, saya pun mendaftarkan diri untuk ikut serta.

Dua minggu sebelum keberangkatan, sahabat saya datang memberi undangan pernikahan yang katanya wajib saya datangi dan waktunya bertepatan dengan rencana hiking saya. Oh, God, i don’t like dilemma!! Dengan berbagai macam pertimbangan, akhirnya saya mengalah. Pernikahan sahabat hanya sekali seumur hidup sedangkan hiking ke Papandayan masih dapat dilakukan dilain kesempatan. Saya pun batal berangkat.

Setelah kejadian itu, Gunung Papandayan selalu ada dipikiran saya, pokonya saya harus berangkat! Hehehe.. Saya pun mengajak Agung dan Dicky, sahabat saya untuk ke sana. Mereka berdua setuju! Ah, saya pun bersemangat! Udah kebayang didepan mata edelweis dan sunrise yang gak didapet saat ke TNBTS akhir taun lalu. Saya pun mengajak sahabat yang lain, dan ternyata mereka tertarik untuk ikut.

Setelah mendapat respon yang baik dari sahabat – sahabat, saya dan Agung pun mulai meyusun rencana perjalanan, budget, akomodasi dan logistik selama berada di sana. Meeting kecil pun dilakukan bersama dengan sahabat yang lain selama beberapa kali. Setelah ketemu kata sepakat, kami pun siap berangkat!!

——

15 Mei 2011

Disepakati bahwa pukul 11.00 WIB kami akan bertemu di meeting point yakni Terminal Guntur, Garut. Saya membawa rombongan dari Jakarta yg beranggotakan para wanita, dan Agung bersama rombongan dari Bandung yang beranggotakan para pria. Dikarenakan keterlambatan keberangkatan tim Jakarta, kami baru bisa bertemu kurang lebih pukul 11.30 WIB. Sambil menunggu mobil yang akan menjemput, kami memenuhi panggilan alam terlebih dahulu untuk berkunjung ke toilet lalu belanja macam – macam cemilan di mini market. Pukul 12an, mobil pick-up pun datang menjemput. Here we go!

Menuju Gunung Papandayan ada beberapa rute yang dapat ditempuh, dan kami sepakat melewati rute Cisurupan. Cisurupan dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 1,5 jam dari Garut. Kondisi jalan Cisurupan – Gate Gunung Papandayan tidak terlalu baik. Jalannya berlobang besar dan menanjak. Banyak terdapat perkebunan disisi kiri dan kanan jalan. Hasil bumi yang kami lihat adalah kentang, kol dan tomat. Setelah bertemu dengan jalan yg kondisinya lumayan baik, gerbang selamat datang pun terlihat. Hoorraaayy.. we’re in!!

Sebelum dapat mendaki, kita diharuskan untuk mengisi data kelompok terlebih dahulu untuk mendapatkan surat ijin pendakian atau surat ijin memasuki wilayah konservasi (simaksi). Hal ini penting agar apabila ada hal yang tidak terduga dan tidak dikehendaki seperti orang hilang atau meninggal, dapat ditelusuri dengan mudah. Setelah urusan administrasi selesai, kami lanjut makan siang. Tim hiking kami nantinya terdiri atas : guide, porter dan peserta yang berjumlah 11 orang. Ready or not, here we come!

Ki ka : Atha, Ira, Mila, Agung, Dicky, Fauzi, Agung, Feri, Robi

To be continue..

Traveling : Susur Pantai Selatan Ciamis, Tasikmalaya, Garut

Setelah hampir 2 bulan tertunda, akhirnya rencana susur pantai selatan kesampaian juga. Kami berangkat berempat, karena teman teman yang lain gak bisa ikut.

Susur pantai selatan dimulai dari Pangandaran, Ciamis sampai dengan Rancabuaya, Garut. Jalan menuju Pangandaran dari Bandung dilalui tanpa hambatan yang berarti kecuali kempes ban. Hahaha.. Ceritanya panjang dan seru. Di Pangandaran, seperti tujuan orang kebanyakan, kami singgah di Green Canyon dan Batu Karas. Gak lama, karena perjalanan masih panjang.

Batu Karas

Memasuki daerah perbatasan Ciamis – Tasikmalaya, pada beberapa ruas jalan terlihat rusak dan bergelombang. Tidak ada tugu perbatasan antar kota di sepanjang jalan yang kami lalui, baik itu Ciamis – Tasikmalaya, maupun Tasikmalaya – Garut. Di Tasikmalaya kami bisa melihat pantai di sepanjang jalan. Cuaca cerah hari itu membuat pemandangan yang memang sudah indah jadi terlihat lebih indah.

Pantai Cikalong, Tasikmalaya
Tasikmalaya – Garut dipisahkan oleh sungai. Memasuki Kota Garut, kami langsung bertemu dengan perkebunan karet Mira Mare milik PTPN. Kebun karet nan luas ini adalah pemisah antara jalan yang kami lalui dengan Leuweung Sancang. Setelah perkebunan Mira Mare adalah Kecamatan Cibalong dan seterusnya Pameungpeuk. Memasuki Pameungpeuk, kami dapat melihat pantai dari jarak dekat. 
Menuju Karang Tepas
Melihat pantai selatan yang luar biasa indah ini bikin saya punya opini. Bali? old school! Garut is cool!
Note : semua foto yang diposting tidak masuk dalam proses edit, natural, apa adanya.