Ramadhan, Silaturahmi, Reuni

Ramadhan, Silaturahmi, Reuni, selalu membawa cerita baru. Mereka selalu membawa energi tersendiri untuk dihadiri. Mereka, selalu memberikan nuansa yang indah untuk dikenang. Mereka selalu memberikan banyak ilmu yang dapat dibagi dengan orang lain.

Bulan ramadhan kemarin gue menghadiri beberapa reuni. Salah satu yang paling berkesan adalah reuni dengan temen – temen di MICS. Fyi, MICS adalah salah satu klub basket di kota Cimahi. Gue bergabung dengan temen – temen di MICS sejak tahun 2000 atas ajakan Abed, sobat gue. MICS basednya di SMP 1 Cimahi, kebanyakan anggotanya adalah alumninya. Sebagian kecil anggotanya orang luar seperti gue.

Reunian diadain di Red Hot cafe punyanya Hesti. Diminta ngumpul siy jam 5, tapi gue baru datang jam setengah 6. Temen – temen udah banyak yang datang, beberapa baru gue liat hari itu karena udah lama banget gue ga ngumpul ma mereka. Sebagian besar temen temen yang datang udah nikah dan pada punya anak, kecuali istrinya Vindy yang masih hamil. Gue pangling banget ketemu sama mereka lagi setelah sekian lama. Mereka udah banyak berubah, walaupun yang tidak banyak berubah pun banyak. Perubahan yang sangat signifikan klo menurut gue. Vindy, Boy sama Uwie yang menurut gue paling jelas kelihatan.

Vindy, Boy dan Uwie adalah orang orang yang gue kenal sebagai biangnya kehidupan malam. Mereka bertiga adalah pencinta cewe cantik nan seksi dan berbodi aduhai. Gue kenal beberapa pacarnya mereka, tipe tipe anak dugem dan kuliahan gitu deh. Kebanyakan siy berkulit putih, langsing, berambut panjang dan lurus, standar lah. Gue dulu suka wondering aja, di masa yang akan datang, istri mereka pasti ga jauh dari itu. Sayangnya waktu pas dapet undangan menikah dari mereka gue ga bisa datang (eh, uwie mah belum nikah deng..). Sampe pada saat gue ketemu mereka lagi, ramadhan, reunian kemaren.

Istrinya Vindy, tinggi, langsing, berkacamata, rambutnya panjang tapi ikal dan sangat kalem (sepertinya siy jauh dari yang namanya tipe cewe Vindy dimasa lalu). Istrinya Boy pake kerudung, sangat keibuan (Boy udah punya anak, laki-laki, umurnya 5 bulan), bener bener jauh dari tipe tipe mantannya Boy jaman dulu. Uwie, tiba tiba minta dicariin calon istri yang pake jilbab dan pake cadar (wow.. very suprising!), pokonya yang bisa ngajarin dia tentang agama dan menuntun dia masuk surga (uwie sepertinya sadar diri akan dosa dosa yang udah dia perbuat, heuheu).

Berkaca dari Vindy, Boy dan Uwie. Gue jadi sampai pada satu pandangan. Bahwa seperti apapun kriteria calon pasangan yang kita patok, pada akhirnya mungkin tidak satupun kriteria yang kita inginkan ada pada pasangan sepanjang usia kita. Masa muda, masa yang paling indah, masa pencarian jati diri, masa yang paling intens bagi kita untuk mengenali diri kita sendiri, dan sekaligus mengenali apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Menurut quote yang pernah gue dengar, “Tuhan tidak memberikan apa yang kita inginkan, melainkan apa yang kita butuhkan”. Wajah cantik, rambut panjang dan badan langsing hanya bonus dari Sang Pencipta. Ahh.. ini yang gue suka dari menghadiri sebuah acara reuni, selalu mendapatkan sesuatu yang baru. Silaturahmi memang memanjangkan rezeki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *