Pengalaman Delay Keberangkatan Penerbangan Sampai 4 jam

Pertama tama, saya ingin mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya bagi korban pesawat JT610 yang dikabarkan mengalami water diving lalu meledak dalam air tanggal 29 Oktober 2018 lalu. Sampai saat ini, semua pihak sedang berupaya mencari black box yang akan menjadi alat bantu informasi bagaimana kecelakaan tersebut bisa terjadi. Mari berdoa sejenak kawan.

foto diambil dari berita.beureum.com

Saya lalu teringat akan pengalaman beberapa bulan lalu, tepatnya awal September 2018, saat harus transit di Doha selama 7 jam sebelum meneruskan perjalanan kembali ke Indonesia setelah menempuh perjalanan dari London. Saya share juga di instastories akun instagram secara singkat. Mari kita mulai ceritanya ya.

Saat itu saya sampai Doha pukul 6 AM dan kami akan melanjutkan penerbangan lagi pukul 9 AM. Saya sempetin untuk cuci muka, seka seka, sikat gigi dan ganti baju. Pukul 8.30an gitu saya udah siap di gate keberangkatan terminal E sesuai petunjuk. Oiya, jangan harap kamu akan denger announcement “Perhatian, perhatian, kepada penumpang pesawat…. nomor… harap segera ke gate ….” karena gak akan pernah ada. Kamu dituntut untuk mandiri ngecek gate nya di layar TV yang tersebar di mana mana. Sesampainya di gate, sudah ada beberapa orang non WNI dan juga serombongan turis asal Indonesia yang sepertinya pulang liburan dari Eropa.

Kami semua lalu dipanggil untuk segera menuju shuttle bus yang akan membawa kami ke pesawat. Setelah semuanya naik, bis tak kunjung berangkat. Asumsinya ada orang ketinggalan, karena saat itu penumpangnya sedikit banget, 1 bis aja cukup. Kami menunggu cukup lama di bis tersebut, perkiraan sih 15-20 menitan. Lalu, seorang petugas menghampiri bis dan menyuruh kami semua turun dan kembali ke gedung terminal. Semua orang heran dan bertanya tanya, petugas belum mau kasih keterangan apa apa. Kamipun kembali ke ruang tunggu keberangkatan. Katanya, keberangkatan delay 1 jam karena kendala teknis. Yah, 1 jam gak ada artinya lah dibandingkan nyawa kami semua.

Gak berapa lama, seorang bapak dari maskapai yang memakai jas gelap menghampiri dan memberi pengumuman bahwa semua penumpang mendapatkan meals voucher karena technical problem pesawat tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Banyak yang menggerutu, banyak pula yang memaklumi. Rombongan turis asal Indonesia termasuk yang pertama. Salah satu anggota rombongan, bapak bapak, protes protes malahan sampe ngajakin temen temennya untuk menolak meals voucher itu. Menurut beliau, ini akal akalan maskapai aja mau nyatuin penumpang dari flight lain agar masuk di flight yang sama dengan kami karena penumpangnya sedikit. Mungkin dia pernah ngalamin gitu ya dengan maskapai asal Indonesia.

Sambil sarapan, kami mendapatkan informasi bahwa penerbangan akan dilanjutkan pukul 1 siang. Wuoh, berarti delaynya 4 jam! Saya pasrah aja sambil info ke driver yang akan jemput bahwa delaynya tambah panjang. Dan, serunya adalah saya bisa eksplor bandara nih sambil cuci cuci mata. Hehe.

Tepat pukul 12 siang, saya sudah standby di gate keberangkatan terminal A. Iya, kami pindah gate sejauh itu. Menurut info petugas maskapai, pesawat yang akan kami gunakan nanti adalah pesawat baru alias ganti pesawat. Mereka bilang, masalah teknis di pesawat sebelumnya belum bisa selesai sampai batas waktu yang ditentukan. Semua bagasi dan tetek bengeknya mereka pindahkan satu persatu sampai mereka yakin itu sudah selesai semua. Dan, tau gak, gak ada satupun tambahan penumpang dari flight lain. Ini murni pemindahan pesawat karena kendala teknis dan bukan kayak di Indonesia yang seenaknya nyatuin beberapa nomor flight. Saya juga lihat petugasnya sangat kooperatif dan helpful. Saya antara deg degan sekaligus bersyukur, karena maskapai sangat bertanggung jawab atas keamanan dan keselamatan penumpangnya.

Alhamdulillah, kami selamat sampai ke Jakarta lewat tengah malam. Para driver yang nungguin udah ngantuk ngantuk. Bagasi aman semua tanpa kurang suatu apapun. Kita gak pernah tau umur kita akan sampai mana kan ya, tapi setidaknya, kita berusaha untuk sebaik mungkin.

Kamu punya pengalaman yang sama?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *