Perjalanan Singkat 4 hari 3 Malam Ke Labuan Bajo

Prolog

Gemini adalah zodiak paling impulsif diantara yang lainnya, menurut sebuah artikel yang saya temukan di Google. Dan iya, saya sebagai orang Gemini merasakan hal itu. Termasuk saat memutuskan untuk membeli tiket (sekitar 6 minggu sebelum hari H saat Garuda Indonesia Travel Fair) dan berangkat ke Labuan Bajo kemarin itu (sekitar 4 hari sebelum hari H). Kebanyakan mikir will get you nothing. Perencanaan penting sih, tapi ya gak harus jelimet sampe details juga. Kadang, improve go show aja di lapangan justru akan lebih seru dan lebih memorable. Setidaknya buat saya si Gemini tulen. Dan dari persiapan sampai packing, saya cuman punya waktu efektif 2 hari. Gila ya. Haha.

Tentunya saya banyak browsing dulu sebelum berangkat, karena sesungguhnya saya belum tau di Labuan Bajo itu bisa ngapain aja dalam waktu 4 hari 3 malam. Selain browsing, saya juga tanya temen temen yang sudah pernah ke sana. Seorang teman pernah bilang, jangan takut, di area sekitaran pelabuhan banyak penyedia jasa tour ke Taman Nasional Komodo dan sekitarnya yang bisa dipilih sesuai dengan keinginan. Rangkuman dari rekomendasi mereka adalah :

  • One day tour (ini paling masuk akal)
  • 3d2n tour (ini mepet banget dan kayaknya gak mungkin)
  • lebih dari 5 hari tour sekaligus living on board (ini gak mungkin banget karena waktu saya gak cukup)

Otak saya tetiba ribet aja gitu mikirin pilihannya mau yang mana. Kalo pilih one day tour, terus abis itu kemana lagi? Overland gak mungkin, palingan sewa motor untuk keliling keliling. Sewa motor males soalnya menjelang sore langit mendung dan ramalan cuaca bilang diperkirakan akan turun hujan. Yaudah liat nanti kali ya. Capek mikir dan menimbang nimbang, saya tidur aja deh. :))

Di Hari H, saya kecepetan tiba di bandara Soekarno Hatta terminal 3, tapi memang sudah diprediksi karena saya ingin liburan kali ini santai banget walau short trip aja. Saya baru memutuskan untuk kontak sebuah travel agent atas rekomendasi sebuah blog yg pernah go show one day tour di bandara saat hari keberangkatan. Saat itu saya booked untuk one day tour aja, abis itu entah deh gimana nanti. Mba yang jawab chat saya bilang gini, “Mba, gak pengen 2 days 1 night aja? Udah ada 7 orang yang booking jadi bisa barengan.” Lalu mbanya kasih itinerary untuk 2d1n. Hey, kok saya gak kepikiran ya nginep semalem di kapal? Kayaknya bakal seru nih! Hasil browsing sana sini gak ada tuh yang menyarankan 2d1n. Saya jawab, “Nanti dikabarin deh, saya masih mikir enaknya gimana.”

Gaes, segala keputusan diambil memang harus berdasarkan tujuan dan hal apa yang ingin dicapai kan ya. Nah, mari kembali ke konteks bahwa tujuan keberangkatan saya ini adalah ingin explore sebanyak-banyaknya dan dapat foto sebagus-bagusnya dalam waktu singkat. Oke, maka tawaran 2d1n sepertinya lebih masuk akal. Menjelang boarding, saya langsung mantap bilang, “Mba, saya ambil paket 2d1n deh!” Dibalas mbanya, “Oke, nanti dapet fasilitas antar jemput dari dan ke bandara ya!” Alhamdulillah kagak harus pake mikir lagi sampe sana dan di dalam pesawat saya bisa tidur nyenyak. :))

So, inilah yang akan menjadi itinerary saya dalam trip singkat ini :

  • Day 1  10.50 – 14.20 Jakarta – Labuan Bajo
  • Day 2 Full Day Tour (Taman Nasional Komodo; Pulau Rinca, Pulau Komodo, Pink beach)
  • Day 3 Full Day Tour (Pulau Padar, Manta Point, Pulau Kanawa)
  • Day 4 15.10 – 16.20 Labuan Bajo – Jakarta

Transportasi

Menuju Labuan Bajo dari Jakarta, pesawat yang digunakan adalah jenis CRJ 1000 seatnya 2-2. Waktu tempuhnya sekitar 2 jam 10 menit. Saya gak foto foto saat boarding dan landing karena ribet ngeluarin kamera dan hape saat itu. Kayak gini kurang lebih penampakannya.

Garuda Indonesia CRJ 1000 (photo courtesy routesonline.com)

Kenapa pake pesawat kecil kayak gini? Karena Bandara Komodo adalah tipe perintis dengan landasan pacu pendek sehingga yang memungkinkan untuk mendarat di sini hanyalah pesawat tipe ramping dan pendek seperti CRJ dan ATR. Sepanjang penglihatan saya tipe CRJ sayapnya di bawah dan tanpa baling baling, sementara tipe ATR sayapnya di atas dan ada baling baling di setiap sayapnya. Lion, Wings dan Batik saya lihat menggunakan tipe ATR.

Boarding Pass & Luggage Tag

Pesawat jenis CRJ 1000 ini gak memperbolehkan kita untuk bawa koper kecil masuk ke kabin pesawat karena memang kompartemen bagasinya kecil. Jadilah koper saya dititip ke petugas yang berdiri di samping pintu bagasi sebelum naik tangga masuk pesawat dan memakai tag warna pink kayak di foto. Koper bisa diambil lagi setelah mendarat nanti tepat di sebelah tangga turun penumpang persis kayak waktu naik tadi.

Kabin pesawat CRJ 1000

Bandara Komodo memang berukuran kecil, namun flightnya banyak! Saya mencatat ada kurang lebih 30 penerbangan sehari dari dan ke Labuan Bajo. Jarak antara bandara ke Kampung Ujung tempat saya menginap dan juga tempat pelabuhan berada kurang lebih 5 – 8 Km. Hanya butuh 5 menit perjalanan, sudah sampai. Transportasi dari bandara ke tempat tujuan bisa menggunakan taksi atau ojek. Para pengemudinya nongkrong di pintu keluar dan menawarkan ke setiap penumpang yang telah selesai mengambil bagasi. Taksinya berupa mobil pribadi karena belum ada operator taksi resmi di sana. Tarifnya saya gak tau, namun menurut beberapa blog, untuk mobil sekitar 50K sedangkan motor sekitar 15K.

Bandara Komodo

 

Infrastruktur

Mengejutkan bagi saya bahwa Labuan Bajo sudah rapi tertata. Jalannya lebar dan bertrotoar dan tuna netra friendly. Bahkan saat ini sedang dibangun pelabuhan baru (untuk menggantikan pelabuhan lama) yang ada pertokoannya. Dilihat dari stiker dan signage yang terpampang di sana, St*rbucks dan Sp*rts Station siap meramaikan Labuan Bajo.

Jalan lebar dan trotoar yang tuna netra friendly

 

Pertokoan di Pelabuhan Labuan Bajo baru

 

Pelabuhan Labuan Bajo saat ini

Telekomunikasi

Provider yang sinyalnya paling kuat dengan internet yang paling kencang adalah si merah. Provider lain ada tapi hanya di titik tertentu saja, tapi secara umum sinyalnya kurang stabil. Saran saya sih, dari awal pakai si merah aja, supaya komunikasi dengan hotel/tour provider berjalan lancar. Tapi jikalau kepepet, di pintu keluar bandara sebelah kiri ada kios yang jual kartu simnya dengan beragam paket. Sinyal si merah ini menjangkau hampir ke semua titik di Taman Nasional Komodo. Jadi, jangan takut gak bisa eksis ya selama di sana.

Penginapan

Kerennya, hampir semua penginapan di Labuan Bajo dapat dipesan dan diakses via apps traveling. Mulai dari tipe hostel, bed & breakfast, bungalow/paviliun sampe konsep villa bintang 5 tersedia di sini. Penginapan yang berada di Jl. Soekarno Hatta menawarkan sunset view, so, kalo kamu gak mau kelewatan sunset setiap harinya, pastikan penginapan yang kamu pilih ada di lokasi yang tepat ya.

Makanan

Aneka resto dengan menu nasional sampai internasional tersebar berjajar di Jl. Soekarno Hatta juga mulai dari Pasar Ikan sampai jalan mentok satu arah habis. Jika ingin menikmati ikan bakar, datanglah ke lapangan di belakang area militer sebrang pelabuhan. Setiap malamnya setelah jam 7, berbagai jenis seafood segar tersedia di sana. Sebelum pulang, tak lupa saya pun mencoba sushi dan sashimi di sebuah resto. Kenapa sushi dan sashimi? Karena ini di pinggir laut, sudah pasti ikannya segar!

Sushi dan refreshment juice, sedotannya dari bambu!

Budget

Udah cerita panjang lebar, pasti kamu penasaran kan saya keluarin budget berapa untuk perjalanan ini? Saya coba rekap ya.

  • Tiket pesawat Garuda Indonesia beli di GATF Rp. 1,895,000,- return
  • Paket tour 2 day 1 night Rp. 1,200,000,- (kemarin saya minta diskon, dikasih)
  • Tiket masuk ke Taman Nasional Komodo 2 x Rp. 50.000,- per orang (kalo wisman Rp.150.000,-)
  • Fee per ranger Rp. 80.000,- untuk maks 4 orang pengunjung per pulau
  • Biaya parkir kapal di Taman Nasional Komodo Rp. 100.000,- dibagi jumlah rombongan
  • Biaya ‘taksi’ kapal kecil menuju Pink Beach Rp. 20.000,- per orang
  • Biaya ‘taksi’ kapal kecil menuju Pulau Padar Rp. 20.000,- per orang
  • Tiket masuk Pulau Kanawa Rp. 15.000,- per orang
  • Penginapan 3 malam Rp. 570,000,- (kipas angin dan kamar mandi di dalam tanpa tv tapi dapet breakfast roti, teh & kopi plus wifi kenceng sepanjang hari)
  • Makan malem di lapangan Rp. 85.000,- (ikan kakap merah bakar 1 ekor, cumi goreng tepung 1/2 porsi, nasi putih, es teh manis, lalapan)
  • Makan sushi, sashimi, refreshing juice Rp. 225.000,-
  • Jajan jajan Rp. 50.000,-

Kalo diitung itung, saya menghabiskan +/- Rp. 5.000.000,- untuk perjalanan ini. Oiya, di sepanjang Kampung Ujung – Jl. Soekarno Hatta kamu akan menemukan banyak ATM Bank BUMN kayak BRI, Mandiri dan BNI, sementara atm bank lain belum ada. Sebaiknya siapkan uang cash sesuai budget karena di resto serta hotel hanya menerima pembayaran secara tunai atau transfer.

Oke, so this post will ended up here. Di post berikutnya saya akan cerita soal trip 2 day 1 night secara lengkap. Kalo punya pertanyaan, please poke me at my twitter account here or my instagram account here !

See you soon, readers!

Pengalaman Delay Keberangkatan Penerbangan Sampai 4 jam

Pertama tama, saya ingin mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya bagi korban pesawat JT610 yang dikabarkan mengalami water diving lalu meledak dalam air tanggal 29 Oktober 2018 lalu. Sampai saat ini, semua pihak sedang berupaya mencari black box yang akan menjadi alat bantu informasi bagaimana kecelakaan tersebut bisa terjadi. Mari berdoa sejenak kawan.

foto diambil dari berita.beureum.com

Saya lalu teringat akan pengalaman beberapa bulan lalu, tepatnya awal September 2018, saat harus transit di Doha selama 7 jam sebelum meneruskan perjalanan kembali ke Indonesia setelah menempuh perjalanan dari London. Saya share juga di instastories akun instagram secara singkat. Mari kita mulai ceritanya ya.

Saat itu saya sampai Doha pukul 6 AM dan kami akan melanjutkan penerbangan lagi pukul 9 AM. Saya sempetin untuk cuci muka, seka seka, sikat gigi dan ganti baju. Pukul 8.30an gitu saya udah siap di gate keberangkatan terminal E sesuai petunjuk. Oiya, jangan harap kamu akan denger announcement “Perhatian, perhatian, kepada penumpang pesawat…. nomor… harap segera ke gate ….” karena gak akan pernah ada. Kamu dituntut untuk mandiri ngecek gate nya di layar TV yang tersebar di mana mana. Sesampainya di gate, sudah ada beberapa orang non WNI dan juga serombongan turis asal Indonesia yang sepertinya pulang liburan dari Eropa.

Kami semua lalu dipanggil untuk segera menuju shuttle bus yang akan membawa kami ke pesawat. Setelah semuanya naik, bis tak kunjung berangkat. Asumsinya ada orang ketinggalan, karena saat itu penumpangnya sedikit banget, 1 bis aja cukup. Kami menunggu cukup lama di bis tersebut, perkiraan sih 15-20 menitan. Lalu, seorang petugas menghampiri bis dan menyuruh kami semua turun dan kembali ke gedung terminal. Semua orang heran dan bertanya tanya, petugas belum mau kasih keterangan apa apa. Kamipun kembali ke ruang tunggu keberangkatan. Katanya, keberangkatan delay 1 jam karena kendala teknis. Yah, 1 jam gak ada artinya lah dibandingkan nyawa kami semua.

Gak berapa lama, seorang bapak dari maskapai yang memakai jas gelap menghampiri dan memberi pengumuman bahwa semua penumpang mendapatkan meals voucher karena technical problem pesawat tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Banyak yang menggerutu, banyak pula yang memaklumi. Rombongan turis asal Indonesia termasuk yang pertama. Salah satu anggota rombongan, bapak bapak, protes protes malahan sampe ngajakin temen temennya untuk menolak meals voucher itu. Menurut beliau, ini akal akalan maskapai aja mau nyatuin penumpang dari flight lain agar masuk di flight yang sama dengan kami karena penumpangnya sedikit. Mungkin dia pernah ngalamin gitu ya dengan maskapai asal Indonesia.

Sambil sarapan, kami mendapatkan informasi bahwa penerbangan akan dilanjutkan pukul 1 siang. Wuoh, berarti delaynya 4 jam! Saya pasrah aja sambil info ke driver yang akan jemput bahwa delaynya tambah panjang. Dan, serunya adalah saya bisa eksplor bandara nih sambil cuci cuci mata. Hehe.

Tepat pukul 12 siang, saya sudah standby di gate keberangkatan terminal A. Iya, kami pindah gate sejauh itu. Menurut info petugas maskapai, pesawat yang akan kami gunakan nanti adalah pesawat baru alias ganti pesawat. Mereka bilang, masalah teknis di pesawat sebelumnya belum bisa selesai sampai batas waktu yang ditentukan. Semua bagasi dan tetek bengeknya mereka pindahkan satu persatu sampai mereka yakin itu sudah selesai semua. Dan, tau gak, gak ada satupun tambahan penumpang dari flight lain. Ini murni pemindahan pesawat karena kendala teknis dan bukan kayak di Indonesia yang seenaknya nyatuin beberapa nomor flight. Saya juga lihat petugasnya sangat kooperatif dan helpful. Saya antara deg degan sekaligus bersyukur, karena maskapai sangat bertanggung jawab atas keamanan dan keselamatan penumpangnya.

Alhamdulillah, kami selamat sampai ke Jakarta lewat tengah malam. Para driver yang nungguin udah ngantuk ngantuk. Bagasi aman semua tanpa kurang suatu apapun. Kita gak pernah tau umur kita akan sampai mana kan ya, tapi setidaknya, kita berusaha untuk sebaik mungkin.

Kamu punya pengalaman yang sama?

Pengalaman Perpanjang SIM Keliling di Bandung

Hai readers!

Mumpung masih anget, saya pengin berbagi pengalaman perpanjang Surat Ijin Mengemudi (SIM) di Kota Bandung yang saya share di instastories tadi sore. Barusan aja saya perpanjang SIM C karena masa berlakunya akan habis beberapa hari lagi. Keep reading ya :).

Sejak lebih dari 5 tahun lalu, Kepolisian RI membuat inovasi layanan perpanjangan SIM keliling. Setiap harinya, mobil layanan SIM keliling ini berpindah dari 1 tempat ke tempat lainnya. Selain itu, ada juga kantor layanan perpanjangan SIM tetap di luar Polrestabes Bandung, yakni di Bandung Trade Centre alias BTC. 

Sebagai anak early millenial, saya cari cari info dulu lokasi layanan SIM keliling hari ini melalui twitter. Ya, buat saya, twitter masih sangat dibutuhkan untuk mencari informasi tercepat. Caranya? Saya ketik di kolom search lalu klik di latest tweet dan voilaaaa, info itu terpampang nyata di akun @PRFMnews. Katanya, hari ini akan beroperasi 2x sehari, pagi di Yogya Kepatihan dan sore di BRI tower alun alun Bandung. Selain itu, PRFM juga menyertakan link informasi persyaratan perpanjangan SIM, klik ini ya. Yang ingin saya garisbawahi adalah, elo jangan 100% telen bulet bulet informasi apapun dari akun kredibel sekalipun. Harus double check agar supaya informasinya lengkap dan menyeluruh. Kok gitu, Wie? Lha iya, barusan aja kejadian karena ke sok tau-an saya dan kagak double check akhirnya malahan rugi waktu dan uang.

Nomor 6 di link itu tidak dicantumkan bahwa pemeriksaan kesehatan itu WAJIB dilakukan oleh dokter kepolisian. Dan gue menganggap bahwa periksa di puskesmas & klinik akan mempersingkat tahapan. Ternyata eh ternyata, udah keluar duit dan waktu untuk antri di puskesmas dan klinik untuk dapat surat keterangan, ternyata kagak berlaku dan harus periksa ulang di tempat layanan SIM keliling. Menurut dokter kepolisian yang bertugas, hal itu wajib karena sudah ada undang undang tertulisnya. Nah lhoooo! Zonk abis! :)))

link dari PRFM News

Selain itu, nomor 5 juga agak kurang sinkron sama info petugas yang menyatakan bahwa gak semua Polres bisa melakukan proses perpanjangan SIM, Polres Bandung Timur misalnya. 

Yaudah lah ya, kesel saat puasa itu kan justru bikin lo semakin teruji kesabarannya. Pahalaa lalala lalala.. So, here it is saya tuliskan tahapan perpanjang SIM di layanan SIM Keliling.

  1. Siapkan SIM asli, KTP asli dan fotokopi KTP dari rumah. Pastikan data yang tercantum di SIM dan KTP sama persis. Jika ada perbedaan maka lo harus buat surat pernyataan di kertas folio bermaterai bahwa data di keduanya adalah orang yang sama. Contoh : beda huruf di nama, beda alamat domisili dll. Nanti akan diarahkan oleh petugas saat pendaftaran. Oiya, KTPnya harus eKTP ya, karena sistemnya sudah terintegrasi dan akan otomatis menolak jika data tidak ditemukan. Keren ya?
  2. Antri untuk pemeriksaan kesehatan oleh dokter kepolisian. Apa aja yang diperiksa? Tekanan darah, tinggi badan, berat badan, tes buta warna dan tes visus mata alias jarak pandang. Dokter akan memberikan form yang telah diisi beserta fotokopi KTP dan SIM asli dijepret alias dihekter agar tidak tercecer. Di sini, kamu akan dikenakan biaya Rp. 40.000,-, siapkan uang pas ya.
  3. Berikan form dari dokter tadi kepada petugas pendaftaran. Petugas akan mengecek kesesuaian data, menyiapkan form utk diisi oleh pemohon dan tanda terima pembayaran. Jika ada data yang tak sesuai, pemohon diwajibkan membuat surat pernyataan seperti yang saya sebutkan diatas. Jika data sudah sesuai, pemohon menunggu dipanggil untuk melakukan pembayaran. SIM C Rp. 125.000,- dan SIM A Rp. 130.000,-. Kalo bikin 2 sim sekaligus ada harga paket gak Wie? Ya kagaklaaahh.. Fasfood kali paketan. Sekali lagi diingatkan siapkan uang pas yaaa kakak.
  4. Selesai pembayaran, pemohon akan mendapatkan 1 buah kartu asuransi dan 1 pax berkas yang didalamnya ada formulir untuk diisi. Siapkan bolpen ya jika gak mau rebutan sama pemohon lain. Pastikan data yang dicantumkan di formulir sesuai dengan KTP, agar aman saat diinput oleh petugas nanti. Berkas yang telah diisi diberikan kepada petugas di dalam mobil melalui jendela kecil atau jendela besar, tergantung jenis mobilnya. Hehe.
  5. Petugas akan memanggil nama kita dengan pengeras suara untuk foto dan tanda tangan digital. Pintu masuknya ada di sisi lain jendela tadi. Begitu masuk, saya langsung duduk di kursi yang telah disediakan yang di belakangnya ada gorden biru dan di depannya ada kamera serta pad untuk tanda tangan digital. “Nyender yaaaa..” Kata petugasnya. 1, 2, 3 cekrek. Lalu kita diminta untuk rekam sidik jari (jempol kanan doang sih) dan tanda tangan di pad di atas nama kita. Lalu kita keluar mobil dan menunggu SIM selesai dicetak.
  6. Nama kita akan dipanggil petugas lagi untuk menerima SIM yang telah jadi. VOILA! Selesai sudaaahh! Dapat SIM dengan masa berlaku 5 tahun!

seperangkat berkas pemohon SIM

 

Asuransi SIM C. Kirain AKDP itu antar kota dalam propinsi, taunya.. hehe

Nah, tadi itu sembari nunggu dipanggil, saya dengerin FAQ dari petugas. Berikut beberapa diantaranya :

  1. Perpanjangan SIM bisa dilakukan DI MANA SAJA yang ada layanan SIMnya, tidak harus mengikuti kota domisili KTP/SIM nya. Sistemnya sudah online jadi memudahkan kita untuk proses ini.
  2. Jika tinta SIM pudar, wajib untuk perpanjangan SIM dengan kategori rusak dan akan mendapatkan masa berlaku 5 tahun sejak dikeluarkannya SIM perpanjangan tersebut.
  3. Jika lo mau perpanjang tapi sebetulnya masih sebulan lagi habis masa berlakunya, itu boleh banget! Masa berlaku SIM baru tetap sesuai dengan tanggal dan bulan lahir di KTP.

Udah ah, berisik Wie. Mana SIM baru lo? Oke, ini dipamerin SIM barunyaaa.. Tadaaaa.. 

SIM baru dengan          foto horor! :)))

Fotonya mengerikaaaan ya? Hahahaha. Sekarang gue paham kenapa kalo kita foto SIM/KTP/paspor jarang bisa keliatan sempurna. Lo bayangin aja kudu antri di setiap prosesnya yang bisa jadi kurang nyaman. Pas akan di foto, wajah udah kucel gak bisa diapa-apain lagi karena waktunya singkat banget. Di meja depan kursi foto hanya disediain sisir untuk para pria yang merasa perlu merapikan rambutnya. Nah, kalo buat perempuan mah dandan sendiri aja lah ya. Pastikan dandanannya paripurna, sis!

Semoga tulisan saya ini berfaedah dan bermanfaat untuk umat manusia se-Bandung Raya. Aamiiiin!

Elo punya pengalaman seru saat perpanjang SIM? Share di kolom komen yaaa. 🙂

Thank you!

Girl’s stuff

Sebelum hari ini, saya adalah cewek yang cuek banget ama diri sendiri. Aktivitas grooming yang dilakukan hanyalah sebatas potong kuku dan potong rambut. Selain mandi, gosok gigi, cuci muka dan cuci rambut 2 kali sehari tentunya. Eh, kalo wiken kadang gak sama sekali sih.

Tiba tiba saya tersadar, bahwa jam biologis gak bisa dihentikan. Pas lagi ngaca tiba tiba ngeh kalo di wajah udah ada kerutan! Yes, i’m that old. Tapi tapi tapi.. Harusnya itu nanti ajaaaaa munculnya. *nangis*.

Lain lagi ceritanya waktu jalan ke toko sepatu. Tetiba kepincut sama sendal cantik dan saya pun membelinya. Suatu waktu saya berniat pake sendal itu biar keliatan cewek banget lah. Udah pedeeee banget gitu taunya diprotes ama temen. “Lo tuh ya, kalo mau pake sendal dan pamer kuku, bersihin dulu laaaah!” Anjaaaay, sontak saya liat ke bawah laluuu  DEM! Kuku kaki ada item itemnya diujung.

OKE. Lalu saya membuat visi :

I HAVE TO LOOK GREAT YET FABULOUS.

Gimana caranya? Analisis SWOT dulu laaah.

Strength :

  • Saya punya badan yang lumayan tinggi 163cm
  • Telapak kaki langsing
  • Body shape gitar

Weakness

  • Kulit wajah berminyak
  • Perut ‘bengkak’ sama lemak
  • Paha dan pinggul lebaaarr

Opportunity

  • Masih bisa langsingin bagian bagian tubuh yang krusial
  • Masih bisa kinclongin wajah dan kuku
  • Masih bisa ngakalin body shape sama design baju yang tepat

Threat

  • Males
  • Gak konsisten
  • Aktivitas yg bejibun

Sooooo.. dari analisa itu terciptalah misi utk mencapai visi tadi.

  • Rajin facial sekaligus merawat wajah dan manicure pedicure. Jam biologis gak bisa dihentikan, tapi bisa diperlambat katanya.
  • Belajar make up biar tambah kinclong. (Hey, baru beli lipstik baru nih. :p)
  • Terima aja apa adanya ini body shape yang gendutnya gak terkendali.. HAHAHAHA..
  • Beli outfit yang bisa menyamarkan sekaligus membuat body shape terlihat proporsional.

So far, so good. Yang susah itu udah niat banget pengen diet tapi apa daya hanya tinggal niat.

Sebenernya, girl’s stuff ini udah kayak ditulis tiap taun dan jadi resolusi. Buat saya sih, tapi kayaknya kamu juga deh.

YA KAN? :p

Tips Terlihat Langsing

Jaman awal awal kerja, badan saya ini kuruuuus banget. Ukuran celana aja gak pernah lebih dari 28 dan berat badan gak pernah lebih dari 49 Kg. Tetiba kemarin pagi abis mandi saya ngaca dan shock, gile, badan gue melar bangeeeeeett! Faktanya per hari ini ukuran celana jins saya 30 metetts dan berat badan hampir 60 Kg. Hiks.

Ini sebetulnya gak terlalu jadi masalah sampai suatu saat pas mau pake celana kesayangan, taunya GAK MUAT! Arrrgghhh.. Blame my self for this! :)))) i have to do something!

Ok, this is my plan
Objective : (terlihat) kurus.
Action plan : Diet (huh? big nay!), olahraga (euuuuw.. belom punya sepatu baru..)

Well, forget about diet and workout. Let’s change the plan. Objective-nya kan terlihat kurus, sooo why don’t we deal with it dengan membeli outfit yang secara desain dan potongannya bisa membuat kita terlihat lebih langsing? Tentunya didukung oleh heels yang bikin kaki terlihat jenjang jugaaa.. Secara instant, ini akan akan membuat kita lebih kuruuuss. Yes, cewek itu kudu banyak akalnya. Jangan sampai niat diet dan olahraga yang gak dikerjain mulu itu menghalangi kita untuk (tampak) langsing. 😀

Be smart, ladies! Say goodbye to diet and workout, welcoming new heels and new outfit!