Category Archives: my interest

Wedding Organizer 101

–Disclaimer :

Tulisan ini bukan tentang panduan bagaimana menjadi wedding organizer tapi tentang pengalaman saya pertama kalinya ditugaskan sebagai itu.

Begitu banyak informasi mengenai bagaimana merencanakan sebuah pesta pernikahan. Kamu bisa browsing di Google lalu download  file check list, things to do, vendors/suppliers dari berbagai referensi. Para calon pengantin biasanya sudah membekali diri dengan informasi melimpah sebelum memutuskan untuk memakai jasa wedding organizer (WO).

Oke, enaknya mulai dari mana?

Beberapa kali saya terlibat pada penyelenggaraan sebuah event tapi belum pernah sama sekali terlibat dalam event yang berhubungan dengan pernikahan. Pun saya memang belum menikah jadi saya belum paham titik mana yang harus kita perhatikan betul dalam penyelenggaraan sebuah event resepsi dan akad nikah.

Akhir minggu lalu saya berkesempatan untuk menjadi bagian dari WO selama 2 hari. Saya pikir ini adalah sebuah tantangan baru ke depannya, tentunya harus bersemangat terus untuk dapet ilmu baru yang bermanfaat. Pengalaman selama 2 hari penyelenggaraan dan berminggu minggu persiapan tentunya sangat berharga. Berikut saya rangkum beberapa poin yang saya pikir bisa dijadikan referensi saat kamu mau mencoba pekerjaan ini.

Tak kenal maka taaruf.

Kenali calon klien dengan sebaik baiknya. Apakah dia seorang pejabat negara? Direktur perusahaan? Artis? TNI? POLRI? Pengusaha? Selebgram? Youtubers? Anggota dewan? Anggota partai politik? Selain itu kita juga perlu tahu asal daerah dan suku bangsa dari klien tersebut. Batak? Sunda? Jawa? Bugis? Dayak? Minang? Betawi? Ada needs tertentu yang sangat spesifik dari setiap latar belakang tersebut. Jadi, kenalilah!

It’s all about chemistry and trust.

Pekerjaan di bidang jasa selalu menekankan sense alias rasa di awal. Maka, siapapun kliennya, buatlah mereka merasa nyaman dengan kita sejak kontak pertama. Kepercayaan amat sangat susah didapatkan. Tapi jika sudah menjadi milik kamu, maka jangan sia siakan karena itu adalah modal utama. Hindari membuat kesalahan sekecil apapun yang bisa membuat klien tersinggung, merasa digurui atau diremehkan apalagi sampai marah besar. Tetaplah hormati keinginan klien walaupun itu mungkin bertentangan dengan apa yang kita sarankan. Service is number one, respectful and trust is far beyond. Hal ini penting kalo kamu ingin berkiprah terus di dunia WO ini.

Siapa memegang apa?

Penting diketahui, seberapa besar keterlibatan anggota keluarga dalam event ini. Tim WO punya template tabel yang memudahkan pihak keluarga untuk pembagian tugas ini. Sama halnya dengan menjalankan sebuah organisasi, struktur dan pembagian kerja harus jelas sejak awal.

Pernikahan adalah tentang menyatukan kedua keluarga namun komunikasi antar keduanya harus selalu dijaga.

Ini yang harus ditekankan sejak awal. Keluarga besar calon pengantin pria (CPP) dan keluarga besar calon pengantin wanita (CPW) tentunya punya latar belakang yang berbeda yang harus diselaraskan dalam hal mencapai goals dari event ini. Komunikasi intens kepada kedua belah pihak harus dijaga betul karena banyak sekali details yang harus dikonfirmasikan. Dalam penyelenggaraan event apapun termasuk event pernikahan, distribusi informasi dan konfirmasi adalah titik paling penting dalam hal ini. Jika komunikasinya tidak dijaga, maka miskomunikasi akan menjadi salah satu penyebab kesalahan fatal.

Selalu hadir 100%

Mengutip kata kata Kang Harri Firmansyah (IG : @harrifirmansyahr), klien atau nasabah membutuhkan kehadiran kamu untuk mampu menjawab kebutuhan mereka. That’s how service industry works. Jangan sampai kamu susah dikontak ketika klien mencarimu. Pastikan batere smartphone selalu penuh dan paket internetnya ON terus. Secanggih apapun smartphone kamu, gak akan ada artinya kalo gak bisa dikontak sama klien. Selain perkara kontak, kehadiran 100% juga bisa berarti konsentrasi full saat klien mengajak kamu meeting. Jangan sibuk sendiri dan jangan sok sibuk. Buatlah klien merasa spesial dan mendapatkan perhatian kamu 100%.

Eksekusi.

Perencanaan yang sangat matang sekalipun tidak akan ada artinya jika tidak dieksekusi dengan baik. Selalu akan ada kejadian diluar perencanaan. Bagaimana mengatasinya? Saran saya kuasai terlebih dahulu perencanaan dan tanamkan apa yang menjadi goals dibenak kamu untuk dapat membuat sebuah eksekusi yang baik. Seorang eksekutor harus bertangan dingin dan tegas saat membuat keputusan. Tentu saja keputusan tersebut harus didasari akan goals yang disepakati.

 

Menyelenggarakan pesta, event atau apapun menurut saya selalu ada dalam lingkaran poin poin yang saya tulis di atas. Hanya mungkin berbeda beda sedikit saja. Tentunya apa yang menjadi concern saya di tulisan ini masih banyak kurangnya. Toh saya baru terlibat sekali di akad nikah dan sekali di resepsi pernikahan. Semoga bermanfaat ya!

Kenapa VLOG?

Ini adalah vlog pertama saya yg niat banget ngeditnya. Sebelumnya sempet bikin beberapa tapi seadanya akibat males ngedit trus akhirnya saya delete aja. Awalnya hanya keisengan belaka tapi trus malah jadi ketagihan capturing moment lalu kepikiran sekalian aja belajar bikin vlog. 

Abis itu hampir setiap ada momen yang pas, saya rekam dan edit, jadilah sebuah mini vlog dengan durasi 1 menitan. Kenapa mini? Karena saya kok ya belum pede bikin yg durasinya lebih dari itu. Lagian kalo saya liat, nonton vlog lebih dari semenit itu kalo materinya biasa aja bakal ngebosenin. Saya nyadar banget materi saya biasa aja, makanya saya baru berani bikin mini vlog.

Vlog yg kedua ini durasinya lebih singkat lagi, 30 detik. Sebetulnya sederhana aja idenya, supaya bisa diupload ke Path. Hahaha. 

Lalu, kenapa vlog sih? Udah males nulis kah?

Sebetulnya gak males. Tapi ini lebih ke medium baru dalam berekspresi. Tentunya semua kanal yg saya punya di digital akan saling melengkapi. Konten yang kurang lebih sama namun saya kemas dalam bentuk yg berbeda.

Di vlog, kamu bisa mengasah kemampuan kamu berbahasa, berbicara, bercerita dan juga menguji rasa percaya diri kamu. Sampai sejauh mana kamu bangga sama diri kamu sendiri akan keliatan di vlog ini.

Saya membagi 2 topik di vlog yg saya buat. 

  1. Layf VLOG isinya bisa apa aja 
  2. Travel VLOG isinya tentang perjalanan, pengalaman berkunjung ke sebuah tempat baru atau bisa juga tips & trick yg berhubungan dengan traveling.

Device yg digunakan untuk membuat semua vlog ini adalah sebuah smartphone dari Korea yang alhamdulillah gambarnya gak ancur ancur amat. Kalo ada rezeki lebih, saya pengen beli kamera yang proper dan juga pastinya nambah ilmu terus dengan kursus dan konsultasi ke pakarnya untuk bisa jadi seorang vlogger beneran.

Saya masih akan terus belajar soal vlog ini. Kamu bisa ngikutin perkembangan kemampuan saya bikin video melalui kanal youtube dailydewi. Subscribe, like dan comment untuk mendukung saya semakin berkembang ya! 

XOXO

Ngemsi

Lagi mikir :p

I don’t know..
I mean, i really don’t know why people (read : my boss) trust me to do this ngemsi thing.. *grin*

Seperti yang pernah saya twit beberapa hari yang lalu, saya pernah ditodong untuk ngemsi di mall, bawain acaranya brand lebih dari sekali yaitu dua kali 😀

Yah, memang diakui, saya amat sangat tidak berpengalaman ngemsi. Ngomong aja balelol kalo kata orang Sunda mah.

But you know what? I feel like enjoy it.

Saya cerewet, seneng ngobrol dan pandai bercerita itu emang udah bawaan orok. I love to talk! Haha..

Ngemsi itu 10% bakat dan 90% kemampuan yang terus menerus diasah menurut saya. Apa sih yang wajib dimiliki oleh seorang emsi?

  • Storytelling skills
  • Self-confidence
  • Artikulasi yang jelas
  • Kemampuan berbahasa yang bagus
  • Perbendaharaan vocabnya buanyaaaaaakkkkk
  • Mimik muka ramah
  • Update sama informasi
  • Punya koleksi joke joke segar
  • Mengenali karakter audiens
Punya poin lain?