Category Archives: event

My Big Things in 2012 (2) : Held a big event, Indonesia Islamic Fashion Fair

Semenjak menjadi bagian dari tim promo, saya diharuskan menghandle event – event in-house kantor. Event sebesar fashion show tahunan sampai fashion show kecil yg diadakan untuk menjamu customer loyal, sudah khatam saya kerjakan. Saking seringnya, lama lama timbul rasa jenuh, i need a bigger challenge!
Saya pikir, tahun 2012 akan dilewatkan dengan hal yang sama seperti tahun sebelumnya, ternyata saya salah. Tawaran untuk menjadi co-organizer dari sebuah event besar datang dan langsung disambut baik oleh bos. I was very surprise yet degdegan. Can i do it? Can we do it? Dengan berbekal tekad dan semangat kami pun berusaha semaksimal mungkin.
Event itu bernama Indonesia Islamic Fashion Fair (IIFF). Sebuah event besar, ditunggu tunggu oleh banyak pihak, event tahunan dan membawa nama besar sebuah asosiasi dan sebuah konsorsium. Pada saatnya event itu terlaksana, banyak drama, banyak airmata. Tapi itu tak seberapa dibandingkan dengan pengalaman yang kami dapatkan. Banyak apresiasi kami dapatkan setelah event itu selesai diselenggarakan.
I’m proud of me. Gak sabar untuk tau, tantangan besar apalagi yg akan saya dapatkan di 2013. 🙂
Cheers!
**Temukan cerita tentang IIFF di Fanpage Facebook : www.facebook.com/indonesiaislamicfashionfair
atau follow akun twitternya di www.twitter.com/IIFF_2013

Ngemsi

Lagi mikir :p

I don’t know..
I mean, i really don’t know why people (read : my boss) trust me to do this ngemsi thing.. *grin*

Seperti yang pernah saya twit beberapa hari yang lalu, saya pernah ditodong untuk ngemsi di mall, bawain acaranya brand lebih dari sekali yaitu dua kali 😀

Yah, memang diakui, saya amat sangat tidak berpengalaman ngemsi. Ngomong aja balelol kalo kata orang Sunda mah.

But you know what? I feel like enjoy it.

Saya cerewet, seneng ngobrol dan pandai bercerita itu emang udah bawaan orok. I love to talk! Haha..

Ngemsi itu 10% bakat dan 90% kemampuan yang terus menerus diasah menurut saya. Apa sih yang wajib dimiliki oleh seorang emsi?

  • Storytelling skills
  • Self-confidence
  • Artikulasi yang jelas
  • Kemampuan berbahasa yang bagus
  • Perbendaharaan vocabnya buanyaaaaaakkkkk
  • Mimik muka ramah
  • Update sama informasi
  • Punya koleksi joke joke segar
  • Mengenali karakter audiens
Punya poin lain?

Panitia

saya, sejak beberapa tahun terakhir ini, selalu ditodong untuk menjadi ‘panitia’ buka puasa bersama. saya, dulu, sangat senang dan mengambil tawaran itu karena saya senang bersilaturahmi. saya tahun kemaren mampu mengumpulkan 58 orang temen temen SMP saat buka puasa bersama.

sampai pada suatu saat, saya, merasa jenuh. apa sih yang ingin saya cari dari menjadi penyelenggara acara? eksistensi? gak usah jadi panitia juga saya udah eksis. tenar? beuh.. udah tenar dari orok! lalu? pada akhirnya saya tidak menemukan jawaban atas pertanyaan saya itu. akhirnya saya memutuskan, tahun ini saya off jadi ‘panitia’ diacara buka puasa manapun.

bulan Ramadhan 1431 H tiba.

kembali, saya, ditodong untuk jadi panitia. saya, memutuskan untuk menolak. saya kan sudah berkomitmen untuk tidak jadi ‘panitia’. sampai suatu saat saya ‘gerah’ karena teman teman gada satupun yang berinisiatif mengadakan acara. lebih gerah lagi, ketika teman teman seangkatan dari SMP menanyakan acara tahun ini, tapi takada satupun yang berinisiatif untuk mengadakannya.

akhirnya, saya dan seorang sahabat SMP, memutuskan untuk mengundang teman teman hadir di acara buka puasa di salah satu rumah makan terkenal di jalan Trunojoyo melalui sebuah situs jejaring sosial. banyak teman merespon, tapi tak sedikit pula yang menolak, yang ‘abu abu’ malah lebih banyak lagi.

pada tanggal yang telah ditentukan, kami menghubungi teman teman via sms. banyak yang menjawab tak bisa hadir, ada juga yg menjawab bisa hadir. tapi, ada juga yang kebingungan, karena dia mendapatkan DUA undangan yang sama dari temen temen SMP dan tempatnya berdekatan pada tanggal yang SAMA pula. saya dan sahabat bengong dan mikir. WHAT? DUA? siapa yg bikin acara?

usut punya usut, selidik punya selidik, akhirnya kami tau siapa penyelenggaranya. dan, kami tidak kaget, karena memang kami sudah menduga sebelumnya. saya, selalu tak habis pikir. saya, sedih. saya, marah. saya,  tidak suka atas kejadian ini.

sebuah rencana yang matang, kembali mentah.

saya sekarang baru tau. bukan menjadi panitia yang membuat saya malas menjadi ‘panitia’. tapi oknum oknum yang membuat acara saya menjadi mentahlah yang membuat saya malas. saya alergi orang rese.