Category Archives: event

Singapura, U2, Itinerary 21 Jam dan 2 Hal Esensial

Yeaaaa, sebutlah saya sobat misqueen dan pelit. Ke Singapura PP weekend kemaren cuman buat nonton konser U2 yang kata para julidawati isinya aki aki semua. Hih, bukan aki aki itu mah, Sugar Daddy meureun :)). Yaaaa, kalo kalian semua udah jadi die hard fans-nya sebuah grup musik, penyanyi dan atau klub sepakbola pastinya bakalan paham lah apa yang saya lakukan ini. Bela belain nonton walaupun stage-nya nun jauh di sana dan saya cuman setitik aja diantara 50 ribu orang yang nonton U2 hari itu.

tim nonton U2 The Joshua Tree Tour hari Sabtu, 30 November 2019
Antrian merchandise official U2 yang mengular panjang kali lebar

Bono, Larry Mullen Jr, The Edge dan Adam Clayton sukses mengguncang National Stadium of Singapore hari itu. Gemeteran ini mah ngeliat Bang Bono walau hanya dari giant screen aja. Pertunjukan kelas dunia mereka sajikan untuk memuaskan dahaga para warga negara Asia Tenggara yang haus akan konser band dengan kasta paling tinggi di dunia musik. Yaaa gimana gak kasta paling tinggi, udah dapet 22 piala Grammy dan belum ada yang bisa nyamain mereka. Kudos.

Hello there, Bang Bono (photo credit : Bob Adrian)

Sudahlah, kalo ngomongin U2 bakalan susah di stop, haha. Mending kita ganti topik ke hal lain. Seperti yang udah saya post sebagai teaser di IG stories beberapa waktu lalu, saya kepengen cerita soal 2 hal esensial yang pegang peranan penting saat trip kemarin. Saya bisa sebut esensial, setelah melalui proses panjang persiapan itinerary yang sebetulnya hanya akan menghabiskan waktu 21 jam saja. Justru karena hanya 21 jam itu maka saya harus lebih efektif dan efisien dalam memanfaatkan setiap waktunya. Ini perlu dicamkan dalam hati para traveler kayak saya sebelum menentukan itinerary :

  1. Tentukan goals. Goals saya : nonton U2
  2. Susun prioritas. Prioritas saya : Hemat + singkat

Ok, this is what i do when puzzling my 21 hrs itinerary with that 2 points.

  1. Terpenting dari semuanya, lo nonton konser venue-nya dimana, tanggal berapa dan jam berapa harus udah ada di venue? Ini WAJIB masuk daftar paling pertama karena akan nyambung kemana mana nantinya. Saya sudah menentukan bahwa akan nonton yang tanggal 30 November dan konser dimulai jam 8 malam tapi kita sebaiknya sudah ada di venue maksimal 2 jam sebelumnya.
  2. Sebagai sobat misqueen yang udah janji sama diri sendiri gak akan ribet dan bakalan banyak menghemat, maka lo harus cari tau, kapan jadwal MRT paling terakhir yang meninggalkan Stadium? Ini penting karena saya ogah bayar taksi. Duitnya mending buat yang laen.
  3. Iyak, saking mau menghematnya, saya sampe merencanakan untuk tidur di bandara aja. Hal apa yang perlu dicari tau dengan rencana ini? Baggage storage, lounge gratis dan shower room gratis. Sila cek di website Changi Airport yang infonya super duper lengkap.
  4. Apa aja yang harus dibawa dengan keadaan seperti di atas?

Ini yang saya lakukan untuk menjawab keempat pertanyaan tersebut :

Goals 1, nonton U2. Beli tiketnya dengan kelas paling terjangkau. Kebetulan temen ada yang jual, yaudah dibeli aja.

Goals 2, Hemat dan singkat.

  1. Beli tiket pesawat yang flightnya dari Bandung. Alhamdulillah ada yang berangkat pukul 12.35 dan sampe SIN 15.30. Aman. Ini menghemat biaya travel dan waktu perjalanan Bandung – Jakarta yang kadang macetnya gak penting.
  2. Memutuskan untuk tidak booking hotel dan menginap di bandara saja tapi tetep bawa baju ganti karena udah pasti keringetan parah pas nonton konser. Things to do :
    1. Beli tiket pulang pagi yang murah supaya gak terlalu lama diem di bandara. Saya beli yang flightnya 8.15 pagi. Emang bukan first flight sih, tapi ini yang paling murah.
    2. Cari baggage storage di terminal keberangkatan pulang ke Jakarta untuk titipin ransel isi baju dan peralatan mandi, karena gak boleh bawa tas gede ke tempat konser. Harga titip untuk ransel 10 SGD
    3. Cari lounge untuk nginep beberapa jam saja. Berbayar ada, gratisan ada, tinggal pilih aja. Tentunya saya pilih yang gratisan. Cari shower room. Gak ada yang gratis ternyata, harus bayar 16 SGD tapi dapet amenities lengkap.
  3. Makan cari yang kenyang dan terjangkau. Saya sih menyerahkannya kepada fastfood saja. Minum? Isi ulang tap water, trus minum aja ampe kembung.
  4. Memutuskan untuk pake MRT ke mana mana karena pertimbangan hemat, waktu dan jarak. Pahlawan untuk poin ini adalah paywave visa card dari bank lokal Indonesia yang sumpah beneran praktis banget. Tap tap tap, kelar. Biar hemat waktu, saya browsing dulu pake kereta apa turun dimana dan sambung apalagi. Total ongkos MRTnya 40K aja. MRT terakhir adalah pukul 23.30. So, saya harus segera cabut dari Stadium setelah konser U2 berakhir supaya bisa kejar MRT. Alhamdulillah konser selesai 22.30 jadi semua bisa sesuai dengan rencana.
Ongkos MRT PP Changi – Stadium pake Visa Paywave

Sekarang mari kita bahas 2 hal esensial yang saya sebutkan di judul. Apaan tuh? Bukan iklan ya, ini murni pengalaman pribadi. Aselik kebantu banget. Silakan bawa ini ke Singapura and you’re welcome.

  1. Foldable cup, bisa dibeli di online atau cafe. Saya waktu itu belinya di sebuah cafe di Jakarta.
  2. Debit card paywave. Gak harus dari bank yang sama dengan saya, tapi saat ini yang sudah bisa memang baru bank itu.

Mau tau gimana ceritanya? Videonya bisa lihat di sini ya. Males nonton videonya? Baca sampe habis kalo gitu 😀

Kenapa foldable cup?

Kalian tau kan di Singapura panasnya udah gak jauh sama Jakarta? Artinya lo harus minum lebih banyak lagi biar gak overheat dan juga dehidrasi. Sebelnya, harga air mineral di Singapura lebih mahal dari minuman lain. Inget goals saya yang ingin tetap hemat kan. Alhamdulillah ada banyak water station tap water tersebar di hampir semua tempat di Singapura, maka, bawalah tempat minum supaya isi ulang dimana aja gampang. Tapi, tempat minum kayak gimana? Secara ke tempat konser lo gak boleh bawa botol kosong? Solusinya ya foldable cup seperti yang saya bawa ini. Foldable cup ini gak makan tempat dan diperbolehkan dibawa masuk ke dalam tempat konser. Di tempat konser, minuman botol yang lo beli, harus dibuang tutupnya. Kalo lo belum mau ngabisin, ya simpen aja di foldable cup ini. Kapasitasnya 355 mL sih yang punya saya ini. Cukup lah untuk 5-7x teguk.

Kenapa Paywave card?

Cerita soal paywave card udah saya share di atas ya. Hihi. Oiya, saya nuker duit 50SGD masih nyisa 30an. Kepakenya cuman buat bayar baggage storage dan makan aja. Mantul, kan? :))

There you go! Mungkin ini judul blog paling panjang diantara sekian banyak yang pernah saya tulis. Saking semangatnya, saya nulis ini dimanapun saya bisa nongkrong buka laptop. Haha. So, here it is! pengalaman yang singkat, hemat tapi tetap padat dan menyenangkan karena U2 mylaaaafff. Nextnya jalan jalan kemana nih?

PS : Stay hidrate ya gaes. Semoga bermanfaat!

Wedding Organizer 101

–Disclaimer :

Tulisan ini bukan tentang panduan bagaimana menjadi wedding organizer tapi tentang pengalaman saya pertama kalinya ditugaskan sebagai itu.

Begitu banyak informasi mengenai bagaimana merencanakan sebuah pesta pernikahan. Kamu bisa browsing di Google lalu download  file check list, things to do, vendors/suppliers dari berbagai referensi. Para calon pengantin biasanya sudah membekali diri dengan informasi melimpah sebelum memutuskan untuk memakai jasa wedding organizer (WO).

Oke, enaknya mulai dari mana?

Beberapa kali saya terlibat pada penyelenggaraan sebuah event tapi belum pernah sama sekali terlibat dalam event yang berhubungan dengan pernikahan. Pun saya memang belum menikah jadi saya belum paham titik mana yang harus kita perhatikan betul dalam penyelenggaraan sebuah event resepsi dan akad nikah.

Akhir minggu lalu saya berkesempatan untuk menjadi bagian dari WO selama 2 hari. Saya pikir ini adalah sebuah tantangan baru ke depannya, tentunya harus bersemangat terus untuk dapet ilmu baru yang bermanfaat. Pengalaman selama 2 hari penyelenggaraan dan berminggu minggu persiapan tentunya sangat berharga. Berikut saya rangkum beberapa poin yang saya pikir bisa dijadikan referensi saat kamu mau mencoba pekerjaan ini.

Tak kenal maka taaruf.

Kenali calon klien dengan sebaik baiknya. Apakah dia seorang pejabat negara? Direktur perusahaan? Artis? TNI? POLRI? Pengusaha? Selebgram? Youtubers? Anggota dewan? Anggota partai politik? Selain itu kita juga perlu tahu asal daerah dan suku bangsa dari klien tersebut. Batak? Sunda? Jawa? Bugis? Dayak? Minang? Betawi? Ada needs tertentu yang sangat spesifik dari setiap latar belakang tersebut. Jadi, kenalilah!

It’s all about chemistry and trust.

Pekerjaan di bidang jasa selalu menekankan sense alias rasa di awal. Maka, siapapun kliennya, buatlah mereka merasa nyaman dengan kita sejak kontak pertama. Kepercayaan amat sangat susah didapatkan. Tapi jika sudah menjadi milik kamu, maka jangan sia siakan karena itu adalah modal utama. Hindari membuat kesalahan sekecil apapun yang bisa membuat klien tersinggung, merasa digurui atau diremehkan apalagi sampai marah besar. Tetaplah hormati keinginan klien walaupun itu mungkin bertentangan dengan apa yang kita sarankan. Service is number one, respectful and trust is far beyond. Hal ini penting kalo kamu ingin berkiprah terus di dunia WO ini.

Siapa memegang apa?

Penting diketahui, seberapa besar keterlibatan anggota keluarga dalam event ini. Tim WO punya template tabel yang memudahkan pihak keluarga untuk pembagian tugas ini. Sama halnya dengan menjalankan sebuah organisasi, struktur dan pembagian kerja harus jelas sejak awal.

Pernikahan adalah tentang menyatukan kedua keluarga namun komunikasi antar keduanya harus selalu dijaga.

Ini yang harus ditekankan sejak awal. Keluarga besar calon pengantin pria (CPP) dan keluarga besar calon pengantin wanita (CPW) tentunya punya latar belakang yang berbeda yang harus diselaraskan dalam hal mencapai goals dari event ini. Komunikasi intens kepada kedua belah pihak harus dijaga betul karena banyak sekali details yang harus dikonfirmasikan. Dalam penyelenggaraan event apapun termasuk event pernikahan, distribusi informasi dan konfirmasi adalah titik paling penting dalam hal ini. Jika komunikasinya tidak dijaga, maka miskomunikasi akan menjadi salah satu penyebab kesalahan fatal.

Selalu hadir 100%

Mengutip kata kata Kang Harri Firmansyah (IG : @harrifirmansyahr), klien atau nasabah membutuhkan kehadiran kamu untuk mampu menjawab kebutuhan mereka. That’s how service industry works. Jangan sampai kamu susah dikontak ketika klien mencarimu. Pastikan batere smartphone selalu penuh dan paket internetnya ON terus. Secanggih apapun smartphone kamu, gak akan ada artinya kalo gak bisa dikontak sama klien. Selain perkara kontak, kehadiran 100% juga bisa berarti konsentrasi full saat klien mengajak kamu meeting. Jangan sibuk sendiri dan jangan sok sibuk. Buatlah klien merasa spesial dan mendapatkan perhatian kamu 100%.

Eksekusi.

Perencanaan yang sangat matang sekalipun tidak akan ada artinya jika tidak dieksekusi dengan baik. Selalu akan ada kejadian diluar perencanaan. Bagaimana mengatasinya? Saran saya kuasai terlebih dahulu perencanaan dan tanamkan apa yang menjadi goals dibenak kamu untuk dapat membuat sebuah eksekusi yang baik. Seorang eksekutor harus bertangan dingin dan tegas saat membuat keputusan. Tentu saja keputusan tersebut harus didasari akan goals yang disepakati.

 

Menyelenggarakan pesta, event atau apapun menurut saya selalu ada dalam lingkaran poin poin yang saya tulis di atas. Hanya mungkin berbeda beda sedikit saja. Tentunya apa yang menjadi concern saya di tulisan ini masih banyak kurangnya. Toh saya baru terlibat sekali di akad nikah dan sekali di resepsi pernikahan. Semoga bermanfaat ya!

Sekelumit Bukber

Cerita 1

A : “Yuk, bukber!”
B : “Yuk, kapan?”
A : “Sabtu?”
C : “Hadiiir!”
B : “Dimana?”
C : “Di restoran yang gak penuh dan gak macet ajaaa..”
A & B *garukgarukaspal*

Cerita 2

D : “Yuk, bukber!”
F : ……
G : ……
Kemudian batal.

Cerita 3

H : “Kapan bukber?”
I : “Minggu yuk!”
J : “Yaaaa udah ada janji ama yang lain..”
H : “Sabtu?”
I : “Bukber ama temen sekolahan euy..”
H : “Jumat?”
J : “Dimana? Jangan yang jauh dari rumah gue yak! Trus jangan yg mahal..”
H : “Batal aja deh..”

Cerita 4

K : “Eh, ada ajakan bukber dari L temen sekolahan kita dulu. Yuk, gabung!”
M : “Ogah ah, males ketemu dia, ribet.”

Cerita 5

N : “Teman teman, ditunggu ya kehadirannya di resto X untuk bukber angkatan. Partisipasi per orang Rp.100.000,-”
O : “Mahal..”
P : “Kenapa harus di resto itu sih? Resto yang lain aja.”
Q : “Gue bisa gabung tapi setelah jam 7 yaaaa..”
R : “Hey O, P, Q, si N udah arrange ini dari seminggu lalu, masa kalian gak bisa usahain siiih?”
N : “Gpp R, santai aja, tinggal cancel booking..”
*R ngepukpuk N*

Behind The Show

Yes, it’s the sixth time involved at trend show and 4th time become a project leader. I am very grateful for everything that Allah gave to me. Yes, i am happy. alhamdulillah.
Me & Kang Ayi (stage vendor)
photo credit : Opik

8 hrs before the show
Photo credit : Opik

More stories, later.