Waktu, Lebih Dari Sekedar Uang


Saya sempat tersentil oleh sebuah kalimat yg ditulis di aplikasi Fortune Cookies-nya Facebook. Katanya, ”Sahabatmu tidak membutuhkan uangmu, dia membutuhkan waktumu.
Pada saat saya mengakses aplikasi tersebut, sahabat saya, Uni, sedang hamil 9 bulan dan saya belum pernah lagi bertemu dengannya sejak kehamilannya berumur 6 bulan! Setiap saya ke Bandung diakhir minggu, saya selalu sibuk dengan aktivitas lain (saya berencana membuat sebuah bisnis bersama sahabat saya yang lain)Saya selalu pulang ke rumah hampir tengah malam dan pulang ke Jakarta keesokan sorenya. Saya selalu mengeluhkan tidak punya cukup waktu untuk bisa mengunjungi Uni yang –jujur tempat tinggalnya hanya berselang 3 rumah saja dari rumah saya! What a shame!
Sampai suatu hari, saya sangat merindukan sahabat saya itu. Saya harus punya kesempatan untuk bertemu dengannya, sesibuk apapun, dan tak boleh ada alasan apapun yg menghambat niat saya. Sampai suatu hari saya ditugaskan ke Bandung lebih dari satu hari, saya langsung merancang jadwal untuk mengunjunginya.
Saat itu, saya datang malam hari, pukul 21.00. Sungguh waktu yang tidak tepat bagi kami untuk berkunjung (saya mengajak Enthel). Tapi sebelumnya, saya memang sudah minta ijin untuk boleh datang malam hari, alhamdulillah disetujui. Ketika kami datang, Uni sedang menelepon. Anak pertamanya, Acel, datang menyambut kami. Hey, dia sudah lebih tinggi dan lebih kurus dari yang saya ingat dulu! Giginya Acel juga sudah tumbuh banyak. Ya ampun, ternyata saya melewatkan banyak hal dalam hidup ini. 
Setelah Uni menutup teleponnya, kami bertiga langsung terlibat dalam obrolan yang seru, seperti saat kami remaja dulu. Oh, rasanya saya enggan untuk pulang. Kami terus mengobrol sampai waktu menunjukan pukul 22.30 WIB,  saatnya saya dan Enthel pamit. Kami berjanji untuk bertemu lagi ketika Rani sudah melahirkan nanti.
Sesampainya di rumah, saya merenung. Apa yang saya cari? Sebegitu sibuknya kah saya sehingga tidak bisa meluangkan 90 menit saja untuk sekedar mengobrol dengan sahabat? Sebegitu arogannya kah saya sehingga terlihat seperti tidak membutuhkan sahabat? 

Waktu adalah hal yang sering kita sia siakan tanpa kita sadari. Saya adalah salah seorang yang termasuk diantaranya. Sayangnya, ketika kita tersadar kembali, segalanya telah berubah dan terlambat, akhirnya yang dapat kita lakukan hanya menyesal. 


*cerita tentang persahabatan kami ada di : TRD is Back!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *