Untuk Ibu

Photo : unagb.wordpress.com

Ibu biasa saya panggil Mamah.

Ibu selalu berbinar-binar saat tau saya akan pulang ke rumah.
Ibu terdengar kecewa saat tau saya tidak akan menghabiskan weekend di rumah
Ibu terlihat sedih saat tau saya harus pindah ke Jakarta, karena
Ibu khawatir kepindahan saya saat itu akibat dari ketidakbecusan saya bekerja
Ibu tau masakan favorit saya, dan selalu sudah tersaji di meja makan ketika saya pulang.
Ibu sering bersebrangan pendapat dengan saya
Ibu mengungkapkan rasa rindunya, dengan sering ngomel pada saya jika saya ada di rumah
Ibu ingin saya selalu bahagia
Ibu cemas jika saya tidak memberi kabar
Ibu sering membelikan saya barang yang tidak saya sukai dan saya jadi marah karenanya
Ibu adalah ‘tempat sampah’ jika saya ingin berkeluh kesah
Ibu tak ingin saya susah.
Ibu akan selalu ada untuk saya dan saya juga begitu
Ibu pasti berkata, “Jangan sedih nak, semua pasti akan baik baik saja”
Saya sayang Ibu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *