sepenggal cerita tentang PHK

Headline di surat kabar Pikiran Rakyat hari ini membuat resah banyak orang. Betapa tidak, 26000 karyawan akan di-PHK dalam waktu yang tidak lama lagi oleh perusahaan tempat mereka bekerja, akibat krisis ekonomi global yang berimbas kepada Indonesia. Sedih, sepertinya keadaan serba terpuruk saat ini. PHK massal pastinya akan membuat rakyat yang hanya menggantungkan diri pada pekerjaannya menjadi semakin terbelenggu oleh kesulitan keuangan.
PHK alias pemutusan hubungan kerja memang dilematis bagi perusahaan. Tapi apa mau dikata, semua itu memang harus dilakukan semata mata karena krisis finansial yang dialami oleh perusahaan tersebut. Wajar sih, asalkan alasan yang dikemukakan memang sesuai dengan kenyataannya.

Di tempat kerja lama, gue pernah denger tentang temen yang di PHK perusahaan. Bukan karena beliau tidak mampu lagi digaji oleh perusahaan karena pailit, tapi karena beliau mencoba untuk memperjuangkan hak-hak rekan sekerjanya yang lain dan perusahaan ketakutan akan terjadi demo massal se-Indonesia yang menyebabkan turunnya angka penjualan (cliche..). Bagusnya, beliau tergabung dalam organisasi perburuhan, sehingga mengerti dengan jelas apa yang ia perjuangkan. Beliau bekerja dibagian akunting selama beberapa tahun, selanjutnya beliau dipindahkan ke bagian operasional sebelum akhirnya mendapat PHK dari perusahaan. Ini adalah bagian dari strategi perusahaan ketika akan mem-PHK karyawannya. Curangnya, perusahaan tidak mau mem-PHK beliau, malahan beliau disuruh menuliskan surat pengunduran diri karena perusahaan tidak mau bayar pesangon. Gue sempat mengenal beliau ketika training di store Kalibata selama 3 minggu. Idealisme beliau benar-benar kuat dan tak kenal takut melawan ketidakadilan dan kesewenangan yang dilakukan perusahaan kepada karyawannya. Beliau mengumpulkan petisi untuk menggalang suara, karena banyak suara akan lebih memperkuat perjuangan beliau. Semua kerja keras beliau membuahkan hasil yang manis walaupun harus dibayar mahal dengan keputusan PHK dari perusahaan.

Kejadian PHK diperusahaan lama sebenernya ada satu lagi, pas banget menimpa kecengan gue :P. Dia kerja dibagian finance, bagian ngecekin giro untuk supplier. Pada suatu saat dia khilaf dan tergiur sama nominal di satu nomor giro. Mulailah dia dan temannya merancang satu skenario untuk menggelapkan nominal yang tertera didalam giro, dan itu berhasil. Tiga bulan kemudian baru terlihat oleh finance manager ada satu nomor giro yang loncat. Setelah diselidiki, ketahuanlah bahwa pelakunya adalah si kecengan gue itu. Polisi langsung dipanggil dan turun tangan, maka masuklah si ganteng ke dalam bui. Langsung dapet PHK.

Di tempat kerja sekarang, baru aja ada kejadian PHK (lagi). Sesuai dengan prosedur, PHK dilakukan setelah yang bersangkutan menerima dua kali surat peringatan. Gue sempet berpikir, yang bikin surat SP pastinya ga suka banget ma temen gue. karena gue menemukan adanya ketidakadilan di sana. Ceritanya dia mau menegakkan peraturan di dalam perusahaan. mungkin agar terlihat bahwa dia juga punya taring supaya orang-orang tidak menganggap sepele dia kali yaa. What? Berarti selama ini nyadar dong kalo dia ga punya wibawa? secara gue punya daftar ketidakadilan yang dia pernah lakukan. tapi gue bukan pengadu, pantang bagi gue. dan ini adalah alasan gue untuk tidak terlalu menghiraukan dia. gue hanya bisa menulis tentang apa yang gue rasakan. gue emang radikal. sekali gue temuin sebuah ketidakadilan, gue akan terus melawannya sampe hal itu hilang dari muka bumi.

Penegakan keadilan yang setengah – setengah jadinya terlihat seperti memaksakan kehendak, terlihat hanya sentimen pada satu orang (padahal yang ngelakuin kesalahan itu bukan hanya dia, tapi yang ketauan cuman dia), terlihat hanya memihak pada satu orang, terlihat oportunis dan terlihat seperti penjilat.

*gue mmmuuaakkkh sama ketidakadilan! Gue bosen selalu nulis tentang hal ini, tapi hal ini berlangsung terus menerus dan makin lama makin parahhhhh! sepertinya sebentar lagi gue juga akan kena SP, dan langsung diPHK juga kayaknya. gue tau apa isi surat SPnya, “anda dikeluarkan secara tidak hormat karena anda punya idealisme yang tidak bisa diakomodir oleh perusahaan” hahahahahahahahaha….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *