Panitia

saya, sejak beberapa tahun terakhir ini, selalu ditodong untuk menjadi ‘panitia’ buka puasa bersama. saya, dulu, sangat senang dan mengambil tawaran itu karena saya senang bersilaturahmi. saya tahun kemaren mampu mengumpulkan 58 orang temen temen SMP saat buka puasa bersama.

sampai pada suatu saat, saya, merasa jenuh. apa sih yang ingin saya cari dari menjadi penyelenggara acara? eksistensi? gak usah jadi panitia juga saya udah eksis. tenar? beuh.. udah tenar dari orok! lalu? pada akhirnya saya tidak menemukan jawaban atas pertanyaan saya itu. akhirnya saya memutuskan, tahun ini saya off jadi ‘panitia’ diacara buka puasa manapun.

bulan Ramadhan 1431 H tiba.

kembali, saya, ditodong untuk jadi panitia. saya, memutuskan untuk menolak. saya kan sudah berkomitmen untuk tidak jadi ‘panitia’. sampai suatu saat saya ‘gerah’ karena teman teman gada satupun yang berinisiatif mengadakan acara. lebih gerah lagi, ketika teman teman seangkatan dari SMP menanyakan acara tahun ini, tapi takada satupun yang berinisiatif untuk mengadakannya.

akhirnya, saya dan seorang sahabat SMP, memutuskan untuk mengundang teman teman hadir di acara buka puasa di salah satu rumah makan terkenal di jalan Trunojoyo melalui sebuah situs jejaring sosial. banyak teman merespon, tapi tak sedikit pula yang menolak, yang ‘abu abu’ malah lebih banyak lagi.

pada tanggal yang telah ditentukan, kami menghubungi teman teman via sms. banyak yang menjawab tak bisa hadir, ada juga yg menjawab bisa hadir. tapi, ada juga yang kebingungan, karena dia mendapatkan DUA undangan yang sama dari temen temen SMP dan tempatnya berdekatan pada tanggal yang SAMA pula. saya dan sahabat bengong dan mikir. WHAT? DUA? siapa yg bikin acara?

usut punya usut, selidik punya selidik, akhirnya kami tau siapa penyelenggaranya. dan, kami tidak kaget, karena memang kami sudah menduga sebelumnya. saya, selalu tak habis pikir. saya, sedih. saya, marah. saya,  tidak suka atas kejadian ini.

sebuah rencana yang matang, kembali mentah.

saya sekarang baru tau. bukan menjadi panitia yang membuat saya malas menjadi ‘panitia’. tapi oknum oknum yang membuat acara saya menjadi mentahlah yang membuat saya malas. saya alergi orang rese.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *