Pengalaman Perpanjang SIM Keliling di Bandung

Hai readers!

Mumpung masih anget, saya pengin berbagi pengalaman perpanjang Surat Ijin Mengemudi (SIM) di Kota Bandung yang saya share di instastories tadi sore. Barusan aja saya perpanjang SIM C karena masa berlakunya akan habis beberapa hari lagi. Keep reading ya :).

Sejak lebih dari 5 tahun lalu, Kepolisian RI membuat inovasi layanan perpanjangan SIM keliling. Setiap harinya, mobil layanan SIM keliling ini berpindah dari 1 tempat ke tempat lainnya. Selain itu, ada juga kantor layanan perpanjangan SIM tetap di luar Polrestabes Bandung, yakni di Bandung Trade Centre alias BTC. 

Sebagai anak early millenial, saya cari cari info dulu lokasi layanan SIM keliling hari ini melalui twitter. Ya, buat saya, twitter masih sangat dibutuhkan untuk mencari informasi tercepat. Caranya? Saya ketik di kolom search lalu klik di latest tweet dan voilaaaa, info itu terpampang nyata di akun @PRFMnews. Katanya, hari ini akan beroperasi 2x sehari, pagi di Yogya Kepatihan dan sore di BRI tower alun alun Bandung. Selain itu, PRFM juga menyertakan link informasi persyaratan perpanjangan SIM, klik ini ya. Yang ingin saya garisbawahi adalah, elo jangan 100% telen bulet bulet informasi apapun dari akun kredibel sekalipun. Harus double check agar supaya informasinya lengkap dan menyeluruh. Kok gitu, Wie? Lha iya, barusan aja kejadian karena ke sok tau-an saya dan kagak double check akhirnya malahan rugi waktu dan uang.

Nomor 6 di link itu tidak dicantumkan bahwa pemeriksaan kesehatan itu WAJIB dilakukan oleh dokter kepolisian. Dan gue menganggap bahwa periksa di puskesmas & klinik akan mempersingkat tahapan. Ternyata eh ternyata, udah keluar duit dan waktu untuk antri di puskesmas dan klinik untuk dapat surat keterangan, ternyata kagak berlaku dan harus periksa ulang di tempat layanan SIM keliling. Menurut dokter kepolisian yang bertugas, hal itu wajib karena sudah ada undang undang tertulisnya. Nah lhoooo! Zonk abis! :)))

link dari PRFM News

Selain itu, nomor 5 juga agak kurang sinkron sama info petugas yang menyatakan bahwa gak semua Polres bisa melakukan proses perpanjangan SIM, Polres Bandung Timur misalnya. 

Yaudah lah ya, kesel saat puasa itu kan justru bikin lo semakin teruji kesabarannya. Pahalaa lalala lalala.. So, here it is saya tuliskan tahapan perpanjang SIM di layanan SIM Keliling.

  1. Siapkan SIM asli, KTP asli dan fotokopi KTP dari rumah. Pastikan data yang tercantum di SIM dan KTP sama persis. Jika ada perbedaan maka lo harus buat surat pernyataan di kertas folio bermaterai bahwa data di keduanya adalah orang yang sama. Contoh : beda huruf di nama, beda alamat domisili dll. Nanti akan diarahkan oleh petugas saat pendaftaran. Oiya, KTPnya harus eKTP ya, karena sistemnya sudah terintegrasi dan akan otomatis menolak jika data tidak ditemukan. Keren ya?
  2. Antri untuk pemeriksaan kesehatan oleh dokter kepolisian. Apa aja yang diperiksa? Tekanan darah, tinggi badan, berat badan, tes buta warna dan tes visus mata alias jarak pandang. Dokter akan memberikan form yang telah diisi beserta fotokopi KTP dan SIM asli dijepret alias dihekter agar tidak tercecer. Di sini, kamu akan dikenakan biaya Rp. 40.000,-, siapkan uang pas ya.
  3. Berikan form dari dokter tadi kepada petugas pendaftaran. Petugas akan mengecek kesesuaian data, menyiapkan form utk diisi oleh pemohon dan tanda terima pembayaran. Jika ada data yang tak sesuai, pemohon diwajibkan membuat surat pernyataan seperti yang saya sebutkan diatas. Jika data sudah sesuai, pemohon menunggu dipanggil untuk melakukan pembayaran. SIM C Rp. 125.000,- dan SIM A Rp. 130.000,-. Kalo bikin 2 sim sekaligus ada harga paket gak Wie? Ya kagaklaaahh.. Fasfood kali paketan. Sekali lagi diingatkan siapkan uang pas yaaa kakak.
  4. Selesai pembayaran, pemohon akan mendapatkan 1 buah kartu asuransi dan 1 pax berkas yang didalamnya ada formulir untuk diisi. Siapkan bolpen ya jika gak mau rebutan sama pemohon lain. Pastikan data yang dicantumkan di formulir sesuai dengan KTP, agar aman saat diinput oleh petugas nanti. Berkas yang telah diisi diberikan kepada petugas di dalam mobil melalui jendela kecil atau jendela besar, tergantung jenis mobilnya. Hehe.
  5. Petugas akan memanggil nama kita dengan pengeras suara untuk foto dan tanda tangan digital. Pintu masuknya ada di sisi lain jendela tadi. Begitu masuk, saya langsung duduk di kursi yang telah disediakan yang di belakangnya ada gorden biru dan di depannya ada kamera serta pad untuk tanda tangan digital. “Nyender yaaaa..” Kata petugasnya. 1, 2, 3 cekrek. Lalu kita diminta untuk rekam sidik jari (jempol kanan doang sih) dan tanda tangan di pad di atas nama kita. Lalu kita keluar mobil dan menunggu SIM selesai dicetak.
  6. Nama kita akan dipanggil petugas lagi untuk menerima SIM yang telah jadi. VOILA! Selesai sudaaahh! Dapat SIM dengan masa berlaku 5 tahun!

seperangkat berkas pemohon SIM

 

Asuransi SIM C. Kirain AKDP itu antar kota dalam propinsi, taunya.. hehe

Nah, tadi itu sembari nunggu dipanggil, saya dengerin FAQ dari petugas. Berikut beberapa diantaranya :

  1. Perpanjangan SIM bisa dilakukan DI MANA SAJA yang ada layanan SIMnya, tidak harus mengikuti kota domisili KTP/SIM nya. Sistemnya sudah online jadi memudahkan kita untuk proses ini.
  2. Jika tinta SIM pudar, wajib untuk perpanjangan SIM dengan kategori rusak dan akan mendapatkan masa berlaku 5 tahun sejak dikeluarkannya SIM perpanjangan tersebut.
  3. Jika lo mau perpanjang tapi sebetulnya masih sebulan lagi habis masa berlakunya, itu boleh banget! Masa berlaku SIM baru tetap sesuai dengan tanggal dan bulan lahir di KTP.

Udah ah, berisik Wie. Mana SIM baru lo? Oke, ini dipamerin SIM barunyaaa.. Tadaaaa.. 

SIM baru dengan          foto horor! :)))

Fotonya mengerikaaaan ya? Hahahaha. Sekarang gue paham kenapa kalo kita foto SIM/KTP/paspor jarang bisa keliatan sempurna. Lo bayangin aja kudu antri di setiap prosesnya yang bisa jadi kurang nyaman. Pas akan di foto, wajah udah kucel gak bisa diapa-apain lagi karena waktunya singkat banget. Di meja depan kursi foto hanya disediain sisir untuk para pria yang merasa perlu merapikan rambutnya. Nah, kalo buat perempuan mah dandan sendiri aja lah ya. Pastikan dandanannya paripurna, sis!

Semoga tulisan saya ini berfaedah dan bermanfaat untuk umat manusia se-Bandung Raya. Aamiiiin!

Elo punya pengalaman seru saat perpanjang SIM? Share di kolom komen yaaa. 🙂

Thank you!

Girl’s stuff

Sebelum hari ini, saya adalah cewek yang cuek banget ama diri sendiri. Aktivitas grooming yang dilakukan hanyalah sebatas potong kuku dan potong rambut. Selain mandi, gosok gigi, cuci muka dan cuci rambut 2 kali sehari tentunya. Eh, kalo wiken kadang gak sama sekali sih.

Tiba tiba saya tersadar, bahwa jam biologis gak bisa dihentikan. Pas lagi ngaca tiba tiba ngeh kalo di wajah udah ada kerutan! Yes, i’m that old. Tapi tapi tapi.. Harusnya itu nanti ajaaaaa munculnya. *nangis*.

Lain lagi ceritanya waktu jalan ke toko sepatu. Tetiba kepincut sama sendal cantik dan saya pun membelinya. Suatu waktu saya berniat pake sendal itu biar keliatan cewek banget lah. Udah pedeeee banget gitu taunya diprotes ama temen. “Lo tuh ya, kalo mau pake sendal dan pamer kuku, bersihin dulu laaaah!” Anjaaaay, sontak saya liat ke bawah laluuu  DEM! Kuku kaki ada item itemnya diujung.

OKE. Lalu saya membuat visi :

I HAVE TO LOOK GREAT YET FABULOUS.

Gimana caranya? Analisis SWOT dulu laaah.

Strength :

  • Saya punya badan yang lumayan tinggi 163cm
  • Telapak kaki langsing
  • Body shape gitar

Weakness

  • Kulit wajah berminyak
  • Perut ‘bengkak’ sama lemak
  • Paha dan pinggul lebaaarr

Opportunity

  • Masih bisa langsingin bagian bagian tubuh yang krusial
  • Masih bisa kinclongin wajah dan kuku
  • Masih bisa ngakalin body shape sama design baju yang tepat

Threat

  • Males
  • Gak konsisten
  • Aktivitas yg bejibun

Sooooo.. dari analisa itu terciptalah misi utk mencapai visi tadi.

  • Rajin facial sekaligus merawat wajah dan manicure pedicure. Jam biologis gak bisa dihentikan, tapi bisa diperlambat katanya.
  • Belajar make up biar tambah kinclong. (Hey, baru beli lipstik baru nih. :p)
  • Terima aja apa adanya ini body shape yang gendutnya gak terkendali.. HAHAHAHA..
  • Beli outfit yang bisa menyamarkan sekaligus membuat body shape terlihat proporsional.

So far, so good. Yang susah itu udah niat banget pengen diet tapi apa daya hanya tinggal niat.

Sebenernya, girl’s stuff ini udah kayak ditulis tiap taun dan jadi resolusi. Buat saya sih, tapi kayaknya kamu juga deh.

YA KAN? :p

Tips Terlihat Langsing

Jaman awal awal kerja, badan saya ini kuruuuus banget. Ukuran celana aja gak pernah lebih dari 28 dan berat badan gak pernah lebih dari 49 Kg. Tetiba kemarin pagi abis mandi saya ngaca dan shock, gile, badan gue melar bangeeeeeett! Faktanya per hari ini ukuran celana jins saya 30 metetts dan berat badan hampir 60 Kg. Hiks.

Ini sebetulnya gak terlalu jadi masalah sampai suatu saat pas mau pake celana kesayangan, taunya GAK MUAT! Arrrgghhh.. Blame my self for this! :)))) i have to do something!

Ok, this is my plan
Objective : (terlihat) kurus.
Action plan : Diet (huh? big nay!), olahraga (euuuuw.. belom punya sepatu baru..)

Well, forget about diet and workout. Let’s change the plan. Objective-nya kan terlihat kurus, sooo why don’t we deal with it dengan membeli outfit yang secara desain dan potongannya bisa membuat kita terlihat lebih langsing? Tentunya didukung oleh heels yang bikin kaki terlihat jenjang jugaaa.. Secara instant, ini akan akan membuat kita lebih kuruuuss. Yes, cewek itu kudu banyak akalnya. Jangan sampai niat diet dan olahraga yang gak dikerjain mulu itu menghalangi kita untuk (tampak) langsing. 😀

Be smart, ladies! Say goodbye to diet and workout, welcoming new heels and new outfit!

Sekelumit Bukber

Cerita 1

A : “Yuk, bukber!”
B : “Yuk, kapan?”
A : “Sabtu?”
C : “Hadiiir!”
B : “Dimana?”
C : “Di restoran yang gak penuh dan gak macet ajaaa..”
A & B *garukgarukaspal*

Cerita 2

D : “Yuk, bukber!”
F : ……
G : ……
Kemudian batal.

Cerita 3

H : “Kapan bukber?”
I : “Minggu yuk!”
J : “Yaaaa udah ada janji ama yang lain..”
H : “Sabtu?”
I : “Bukber ama temen sekolahan euy..”
H : “Jumat?”
J : “Dimana? Jangan yang jauh dari rumah gue yak! Trus jangan yg mahal..”
H : “Batal aja deh..”

Cerita 4

K : “Eh, ada ajakan bukber dari L temen sekolahan kita dulu. Yuk, gabung!”
M : “Ogah ah, males ketemu dia, ribet.”

Cerita 5

N : “Teman teman, ditunggu ya kehadirannya di resto X untuk bukber angkatan. Partisipasi per orang Rp.100.000,-”
O : “Mahal..”
P : “Kenapa harus di resto itu sih? Resto yang lain aja.”
Q : “Gue bisa gabung tapi setelah jam 7 yaaaa..”
R : “Hey O, P, Q, si N udah arrange ini dari seminggu lalu, masa kalian gak bisa usahain siiih?”
N : “Gpp R, santai aja, tinggal cancel booking..”
*R ngepukpuk N*

The Voters of 2014

Kemarin, KPU sudah rapat pleno dan menetapkan hasil rekapitulasi suara. Menurut rapat tersebut, pasangan capres dan cawapres nomor 2 memenangkan pilpres kali ini. Ada sepenggal cerita yang rasanya menarik untuk dishare disini.

Jadi gini, waktu pilwalkot Bandung tahun lalu teman saya memutuskan untuk golput. Saya tanya apa alasannya? Kan ada Ridwan Kamil yang promising? Dia bilang, “Gak ah, Ridwan Kamil didukung sama Gerindra dan Prabowo euy! Lo tau kan rekam jejak Prabowo tahun 98 itu bla bla bla bla… ” Saya mendengarkan sambil manggut manggut.

Setahun berlalu, rupanya dia sudah berubah pikiran. Teman saya itu memutuskan untuk ikut dalam pilpres 2014. Siapa yang dipilih? Tidak lain dan tidak bukan, Prabowo – Hatta. Saya gak mau tanya alasan dia, yang jelas, tim suksesnya capres – cawapres nomor 1 telah berhasil mengubah pendirian teman saya itu.

Bravo! 😀