Hello, PMS!

Yaaak.. berdasarkan jam biologis, beberapa hari ini adalah jadwal saya PMS. Tau sendiri kan kalo cewek PMS kayak gimana? Gengges, sensi, nyebelin, muka bete, makan banyak (ini sih saya yaaa :p) daaan segudang hal hal lainnya.

Kalo PMS gini kan enaknya makan yang rasanya asin banget, pedes banget atau asem bangettts yak? Secara pas PMS itu perut jadi kembung, pegel pegel, jerawatan dan lemes juga sih. Kita juga butuh asupan yg bikin badan jadi berasa ringan dan enakan dikit. Nah, karena brand dan iklannya udah terlanjur kuat nempel di kepala, berangkatlah saya ke supermarket untuk beli minuman herbal yang mengklaim dirinya akan membantu atasi nyeri datang bulan dan gejala gejalanya. Iya, datang bulannya belum, tapi betenya udah. Harusnya sih sedikit berkolerasi lah yaaa.. 😀

Pas nyampe ke supermarket, rupanya sekarang gak cuman satu brand minuman herbal yang ada di sana, ada 3 lho! Ada Kiranti (Orang Tua Grup), Lancar Datang Bulan (Sariayu) dan Kunyit Asam Sido Muncul. Wiiiih, rupanya persaingan semakin ketaaaaatt wahai para wanita!

IMG_20141010_133239

Karena saya baru liat dua produk lainnya, tertariklah saya untuk nyoba dan dibelilah ketiganya untuk saya bandingkan. Ini nih hasil testnya 😀 :

Kemasan

  • Kiranti : botol kaca berlekuk yg nampak seperti tubuh wanita, tutup kaleng.
  • Kunyit Asam Sido Muncul : botol plastik berlekuk, tutup plastik menggunakan seal.
  • Lancar Datang Bulan Sari Ayu : Botol kaca lurus, tutup kaleng.

Harga (beli di supermarket B*rma, Dakota Raya, Bandung)

  • Kiranti : 150 ml Rp. 5.300,-
  • Kunyit Asam Sido Muncul : 150 ml Rp.3.300,-
  • Lancar Datang Bulan Sari Ayu : 100 ml Rp. 5.600,-

Rasa

  • Kiranti : rasa jamu yang kuat ditambah orange juice terasa lebih segar
  • Kunyit Asam Sido Muncul : rasa jamunya ringan, agak asin, kunyitnya kerasa.
  • Lancar Datang Bulan Sari Ayu : rasa jamunya manis, dari semua rempah yang ada tidak ada yang menonjol.

Saya minum ketiganya untuk langsung membandingkan rasanya. Agak agak kembung sih udahannya.. Haha.. Tapi terus ini badan berasa ringan dan tanda tanda haid akan dimulai semakin jelas terasa.

Kalo udah gini, judul postingannya harus diubah jadi “Goodbye, PMS!” dong ya? 😀

Membandingkan Pria

Iseng iseng bandingin pria pria di kantor lama dan kantor baru, gini hasilnya :

Departemen Marketing
– Rambut klimis, disisir rapi
– wangi parfum masa kini
– celana cigarette pants
– kemeja slimfit
– mobilnya sedan
– lagu favorit : Judika, Rio Febrian, Kerispatih
– Gak mau keliatan kucel, kudu kinclong

Departemen Creative
– rambut gondong dan pendek, gaya anak band
– wangi parfum suka suka, yang penting gak bau
– celana yang enak dipake, model bebas
– kadang pake kemeja, kadang berkaos ria
– mobilnya yang jadul atau tipe unik yang gak mainstream
– lagu favorit : band indie, lagu dugem atau lagu yg ngetop 90an
– kucel udah gak jaman, rapi itu penting.

Kamu suka yang mana? Saya sih yang kedua.. hehe..

Malam Minggu

Hei, ini malam minggu? Kok ga berasa malam minggu ya?

 
Hari ini saya berkutat dengan banyaknya hal yang harus diselesaikan. Laporan, materi website, meeting dan yang paling penting, membersihkan dan memberi makan ikan ikan tercinta di akuarium virtual saya. Saya tak sabar menunggu satu jenis ikan lagi menjadi dewasa agar bisa saya kawinkan,lalu saya dapat ekstra poin 1000, naik level dan saya bisa beli ikan jenis baru lainnya. Hurrayy!! Can’t hardly wait!!

Ini malam minggu ya? Ketika saya pulang kosan sepi. Semua lampu kamar mati.

Malam ini saya berencana untuk membuat tulisan sebanyak-banyaknya. Killing time, mengasah kemampuan menulis dan tentu saja, jomblo. Banyak ide muncul di kepala saya. Apalagi tadi sore sebelum saya pulang, saya sempat mengobrol dengan sahabat. Saya langsung kepingin cepat pulang dan menuangkan obrolan dengan sahabat saya itu tadi kedalam tulisan.

Sepertinya ini memang malam minggu. Status di facebook hampir semuanya membicarakan laga Persib vs Persebaya, yang jadwal pertandingannya memang dihari Sabtu.

Malam ini saya kelaparan. Tapi saya malas keluar mencari makanan. Ternyata menulis itu butuh kalori yang tinggi, hampir setara dengan abang beca dan abang kuli bangunan. Ahhaa, saya baru ingat, saya punya rice cooker baru! Sebaiknya saya masak nasi. Lauknya masih tetap sambal goreng udang kering yang saya beli seminggu lalu. Harus mau. Karena uang di dompet tersisa hanya 50 ribu.

Malam ini tak terasa sebagai malam minggu. Tapi saya merasa ini memang hari Sabtu, karena ekor mata saya melihat tumpukan cucian di sudut pintu.

Besok hari Minggu. Itu yang penting.

Ciledug, 23 Januari 2010
20.49 WIB

#latepost #facebook #notes

Her The Movie : The Moon Song and Fashion Style

The Memorable Pocket

The Iconic Pocket

Ini posting yang sangat telat. But it’s okay, better late than never, right?

Review film ini pasti udah pernah ditulis banyak orang, saya hanya akan nambahin sedikit aja dari sudut pandang seorang dailydewi. Hanya 2 poin yang jadi perhatian saya di film ini, original soundtrack dan detailnya.

Arcade Fire dan Karen O berhasil mencuri hati saya untuk urusan scoring music dan The Moon Song-nya. It’s a very sweet song, loooove it. Abis nonton bela belain deh tuh browsing yutub di smartphone ampe pegel pergelangan tangan. Pokonya juara deh. Gak heran kalo mereka masuk nominasi Oscar 2014 untuk kategori music best original song, best original score daaaaan best picture. Thumbs up!

Tentang details, saya sukaaaa banget sama fashion style yang digunakan sama para pemeran di film ini. Punya karakter khas yang bikin enjoy mata merhatiinnya. Joaquin Phoenix as Theodore bajunya warna hangat semua. Gayanya cenderung klasik tapi pas banget ama karakternya meskipun latar belakangnya adalah masa depan. Ini semacam alert, bahwa style itu berulang. Penempatan peniti di tengah saku supaya mini pc-nya bisa nongol itu juga keren.

her the movie 1 her the movie 3

 

 

 

 

 

Film ini bernuansa hangat. Pemilihan material di interior, warna baju para pemeran, warna OS dan mini pc yang senada, pencahayaan dan artistik lainnya bikin film ini down-to-earth. Berasa jadul tapi tetep kesan futuristiknya kental. Agak indie, idealisme tinggi dan punya karakter.

Well, penilaian saya adalah 9/10.

*kemudian merindukan film seperti ini dibuat di Indonesia*

Image diambil dari herthemovie.com