facebook fever

wah..

udah ampir sebulan gue kagak update blog ini. gara-gara facebook yang merajalela, yang bikin ketagihan, bikin pulsa boros dan bikin semua orang jadi autis.

sebenernya facebook itu hanya sebuah situs pertemanan saingannya frienster yang booming lebih dulu. memang lewat situs ini kita jadi bisa ketemu sama temen – temen yang udah lamaa banget kagak ada kabarnya. bisa jadi ajang silaturahmi juga klo kita punya account di facebook.

sebelum punya facebook, gue rajin ngecek friendster, karena lewat friendster gue menemukan kembali temen – temen smp ma sd gue. ketika facebook happening (bahasa anak gaul sekarang), gue langsung buka account di situ, ga mau kalah eksis..halagh.. dan ternyata di facebook gue malah ketemu ma temen – temen sma.. hihi.. betapa serunya hidup ini..

gue akuin sekarang ini gue sangat kecanduan ma facebook. yang bikin candu itu sebenernya bukan ketemu sama orang barunya, tapi lebih ke ngasi komentar – komentar ga penting, yang bisa jadi hiburan dikala suntuk melanda (maklum wanita karir..hehe..). facebook jadi salah satu alternatif hiburan buat gue, tapi klo terlalu sering cek facebook males juga yah.. buang waktu..

yah, dimanapun situs pertemanan tempat lo punya account, silakan aja. asal jangan jadi geek betulan aja, dan jadi lupa caranya bersosialisasi sama real people karena kebanyakan nongkrong di cyber world. Enjoy!

resolusi pertama untuk 2009 (better late than never, huh?)

Sebenernya ini sudah agak terlambat. Resolusi harusnya dibuat sebelum tahun 2009 menjelang. Sekarang, 33 jam setelah detik pertama di 2009, baru gue kepikiran untuk membuat resolusi.

Flash back. Tanggal 31 Desember 2008, gue janjian makan siang sama temen kuliah di Cabe Rawit. Kami hanya berempat, gue, Rini, Agus dan Ridwan. Ridwan bukan temen kuliah gue, dia anak ITB, temennya Agus dan Rini (Agus kerja di ITB, sedangkan Rini udah lulus S2 ITB tahun 2008). Sepanjang makan siang itu, kami semua ngobrol. Agus curhat, tentang kisah cintanya yang (lagi-lagi) tragis. Sedih banget dengernya. Agus terlihat sangat sedih. Setelah Agus dan Ridwan pulang, tinggallah gue dan Rini, dan tetep, curhat. Menceritakan masa lalu, pengalaman, sampe pada akhirnya ke masalah pribadi.

Hhh… Menurut quote yang pernah gue dapet dari sebuah majalah, hal yang paling mengerikan dari sebuah persahabatan adalah, sahabat mu bisa menebak isi hatimu, walaupun kalian setengah mati menyangkalnya. Dan Rini, bisa seperti itu, menebak apa isi hati gue. Rini, juga (ini yang very surprising) sangat mengenal diri gue dibandingkan gue sendiri. Betapa gue adalah orang yang selalu mendahulukan kebahagiaan orang lain dibanding kebahagiaan gue sendiri, gue yang penuh penyangkalan, gue yang rajin bohong sama diri sendiri, gue yang selalu menyembunyikan perasaan gue yang sebenarnya, gue yang tidak pernah merasakan kebahagiaan yang selama ini gue inginkan dan segala hal dalam diri gue yang selalu gue tutupin.

Kesimpulannya, resolusi pertama 2009 yang mau gue coba jalankan adalah harus bisa jujur sama diri sendiri. Duh, ini pasti susah banget! Harus bisa mengatakan apa yang gue rasakan. Kalo gue lagi sedih, ya sedihlah, kalo lagi bahagia, ya bahagialah. Ga usah berpura-pura bahagia padahal ketika itu lo menderita. Duh, susah pisan..!!