respon

senangnya kalo tulisan kita mendapat respon.. respon negatif pun tak apa.. yang penting dapet respon..

menulis tentang apa yang ada di hati, tentang apa yang gue rasakan, tentang hal yang indah, hal yang sedih, hal yang bikin marah, itu semua bisa bikin gue lega. gue memang hanya bisa menulis tanpa bisa mencontohkan dalam tindakan nyata. gue hanya mencoba kritis. gue hanya bisa menyampaikan kegalauan hati lewat tulisan.

jika pada akhirnya ada pihak yang tersinggung, ya maaf maaf saja. suruh siapa tersinggung? klo tersinggung berarti dia ngerasa dong? hayyyoooo..

tulisan gue yang berupa curahan hati ini sebenernya dirasakan juga oleh semua orang yang ada bersama gue saat ini. cuman yang laen tuh ga berani ngomong, karena takut. prinsip gue sih, klo kita bener kenapa mesti takut?

gue tidak pernah menganggap ‘kecil’ hal yang menyangkut hak asasi manusia. hak yang harus dipenuhi karena dia telah menyelesaikan kewajibannya. tolong hal seperti itu jangan dibilang sebagai hal kecil. tolong hak yang seharusnya didapatkan oleh rekan rekan dipenuhi. jangan cuman ngurusin diri sendiri!!

silakan direspon..

nomor hape

Sebagai miss ring ring alias pengguna hape yang aktif, jelas gue harus punya budget khusus setiap bulannya. Pengennya sih ga lebih dari 100rb setiap bulan, tapi apa daya, gosip tetep harus jalan terus! Untuk mendukung itu, tentunya gue mesti nyari operator yang ngasi tarif semurah-murahnya tapi bisa telp selama-lamanya.

Untuk GSM, gue adalah pemakai setia XL sejak tahun 2000 dan ga pernah ganti nomor. Ga pernah peduli juga ama orang lain yang bilang XL itu paling mahal, gue tetep konsisten. Sempet juga tergoda sama operator lain karena tarif murahnya, tapi itu ga berlangsung lama, karena gue dah kadung cinta ma nomor XL ini. Sebenernya nomor hape gue bisa dibilang bukan nomor cantik, tapi ya gampang diinget. Terus temen-temen gue jaman kuliahan dulu juga hafalnya nomor hape gue yang ini. Kartu XL ini dah dua kali gue upgrade karena kelemotannya. Mungkin kalo ntar ada lagi kartu XL yang lebih canggih, gue juga mu upgrade lagih. Waktu ada operator baru yang nawarin pake GPRS dengan tarif murah, gue juga latah ikutan beli. Alhasil hape gue yang jadi korban, dibongkar pasang terus, dan gue kapok, takut rusak 😛

Ketika CDMA mulai menggila, gue juga ikut ikutan pengen punya. Sempet beli sekali Esia, trus hapenya gue jual (karena krisis finansial). Bulan Agustus kemaren gue beli CDMA lagi, murah, dibawah 200 rebu, operatornya HEPI (mobile 8). Terus gue tergiur sama FLEXI karena bisa ngobrol ke sesama FLEXI gratisan (secara orang kantor mayoritas pada pake FLEXI semua). Baru seminggu yang lalu gue memutuskan untuk membeli kartu ESIA lagi, supaya bisa ngegosip lama ma Yuda, sobat gue.. heuheu.. jadinya sekarang gue punya 3 nomor CDMA plus 2 nomor GSM yang aktif. hapenya sih tetep dua biji, secara sekarang dollar nilai tukarnya tinggi terhadap rupiah, jadinya niat untuk beli hape lagi harus tertunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan n_n

Ah, gue sih pake operator mana aja juga sama. Yang penting mah gampang ngehubunginnya dan ga pernah kehabisan pulsa. Enaknya pake CDMA tuh buat ngegosip kalo lagi suntuk. Enaknya pake GSM tuh ga ribet. yaaah, apapun operator yang anda pakai, semoga anda bahagia memakai fasilitasnya 🙂

sepenggal cerita tentang PHK

Headline di surat kabar Pikiran Rakyat hari ini membuat resah banyak orang. Betapa tidak, 26000 karyawan akan di-PHK dalam waktu yang tidak lama lagi oleh perusahaan tempat mereka bekerja, akibat krisis ekonomi global yang berimbas kepada Indonesia. Sedih, sepertinya keadaan serba terpuruk saat ini. PHK massal pastinya akan membuat rakyat yang hanya menggantungkan diri pada pekerjaannya menjadi semakin terbelenggu oleh kesulitan keuangan.
PHK alias pemutusan hubungan kerja memang dilematis bagi perusahaan. Tapi apa mau dikata, semua itu memang harus dilakukan semata mata karena krisis finansial yang dialami oleh perusahaan tersebut. Wajar sih, asalkan alasan yang dikemukakan memang sesuai dengan kenyataannya.

Di tempat kerja lama, gue pernah denger tentang temen yang di PHK perusahaan. Bukan karena beliau tidak mampu lagi digaji oleh perusahaan karena pailit, tapi karena beliau mencoba untuk memperjuangkan hak-hak rekan sekerjanya yang lain dan perusahaan ketakutan akan terjadi demo massal se-Indonesia yang menyebabkan turunnya angka penjualan (cliche..). Bagusnya, beliau tergabung dalam organisasi perburuhan, sehingga mengerti dengan jelas apa yang ia perjuangkan. Beliau bekerja dibagian akunting selama beberapa tahun, selanjutnya beliau dipindahkan ke bagian operasional sebelum akhirnya mendapat PHK dari perusahaan. Ini adalah bagian dari strategi perusahaan ketika akan mem-PHK karyawannya. Curangnya, perusahaan tidak mau mem-PHK beliau, malahan beliau disuruh menuliskan surat pengunduran diri karena perusahaan tidak mau bayar pesangon. Gue sempat mengenal beliau ketika training di store Kalibata selama 3 minggu. Idealisme beliau benar-benar kuat dan tak kenal takut melawan ketidakadilan dan kesewenangan yang dilakukan perusahaan kepada karyawannya. Beliau mengumpulkan petisi untuk menggalang suara, karena banyak suara akan lebih memperkuat perjuangan beliau. Semua kerja keras beliau membuahkan hasil yang manis walaupun harus dibayar mahal dengan keputusan PHK dari perusahaan.

Kejadian PHK diperusahaan lama sebenernya ada satu lagi, pas banget menimpa kecengan gue :P. Dia kerja dibagian finance, bagian ngecekin giro untuk supplier. Pada suatu saat dia khilaf dan tergiur sama nominal di satu nomor giro. Mulailah dia dan temannya merancang satu skenario untuk menggelapkan nominal yang tertera didalam giro, dan itu berhasil. Tiga bulan kemudian baru terlihat oleh finance manager ada satu nomor giro yang loncat. Setelah diselidiki, ketahuanlah bahwa pelakunya adalah si kecengan gue itu. Polisi langsung dipanggil dan turun tangan, maka masuklah si ganteng ke dalam bui. Langsung dapet PHK.

Di tempat kerja sekarang, baru aja ada kejadian PHK (lagi). Sesuai dengan prosedur, PHK dilakukan setelah yang bersangkutan menerima dua kali surat peringatan. Gue sempet berpikir, yang bikin surat SP pastinya ga suka banget ma temen gue. karena gue menemukan adanya ketidakadilan di sana. Ceritanya dia mau menegakkan peraturan di dalam perusahaan. mungkin agar terlihat bahwa dia juga punya taring supaya orang-orang tidak menganggap sepele dia kali yaa. What? Berarti selama ini nyadar dong kalo dia ga punya wibawa? secara gue punya daftar ketidakadilan yang dia pernah lakukan. tapi gue bukan pengadu, pantang bagi gue. dan ini adalah alasan gue untuk tidak terlalu menghiraukan dia. gue hanya bisa menulis tentang apa yang gue rasakan. gue emang radikal. sekali gue temuin sebuah ketidakadilan, gue akan terus melawannya sampe hal itu hilang dari muka bumi.

Penegakan keadilan yang setengah – setengah jadinya terlihat seperti memaksakan kehendak, terlihat hanya sentimen pada satu orang (padahal yang ngelakuin kesalahan itu bukan hanya dia, tapi yang ketauan cuman dia), terlihat hanya memihak pada satu orang, terlihat oportunis dan terlihat seperti penjilat.

*gue mmmuuaakkkh sama ketidakadilan! Gue bosen selalu nulis tentang hal ini, tapi hal ini berlangsung terus menerus dan makin lama makin parahhhhh! sepertinya sebentar lagi gue juga akan kena SP, dan langsung diPHK juga kayaknya. gue tau apa isi surat SPnya, “anda dikeluarkan secara tidak hormat karena anda punya idealisme yang tidak bisa diakomodir oleh perusahaan” hahahahahahahahaha….

miss every moment!

Satu hal yang selalu bikin gue untuk lebih bergairah dalam menjalani hidup adalah bertemu orang baru dan melakukan travelling yang berbau adventure. Hal ini sangat terakomodir ditempat kerja gue yang sebelumnya. i really miss every moment!!

Di tempat kerja sebelumnya gue ga terlalu menikmati kerjaannya tapi sangat menikmati jalan-jalannya. Setiap bulan setiap orang dapet jatah buat keluar kota, dan daerah tujuannya giliran, Sumatera, IndTim (Indonesia Timur), Jabar dan Jateng. Rata-rata setiap perjalanan ke daerah menghabiskan waktu 10-14 hari. Gue jabarin satu persatu ya?! (Update per Juni 2007)

1.Sumatera. Selalu pake 2 tim dengan dua rute perjalanan yang berbeda. Dimulai dari Sumatera Utara dengan base di Medan sampe Sumatera Selatan dengan base di Palembang (dulu Lampung termasuk, tapi sekarang udah engga lagi) atau sebaliknya. Biasanya kalo mulai dari Palembang dulu, kami naek bus executive dari Jakarta (seringnya pake Pahala Kencana atau Lorena). Stay di Palembang biasanya 3 hari karena mesti ke Lahat dan Prabumulih juga. Rute 1 akan melanjutkan perjalanannya ke Bengkulu, Lubuk Linggau, Padang, Payakumbuh dan Medan. Rute 2 lanjut ke Jambi, Muaro Bungo, Pekanbaru, Bengkalis, Pangkalan Kerinci, Duri, Dumai dan Medan. Di Medan sebagai kota singgah terakhir, kami juga mengunjungi Pematang Siantar, Lubuk Pakam, BInjai dan Tanjung Balai Asahan (TB. Asahan sudah tidak dikunjungi lagi sejak pertengahan 2006). Kota yang paling gue bikin betah di Sumatera adalah Palembang, Padang dan Medan, karena gampang nyari makanan, hiburan dan punya banyak tempat seru untuk dikunjungin.

2.Indonesia Timur. Hanya pake 1 tim. Daerah yang dikunjungi, Surabaya, Gresik, Malang, Lumajang, Jember,Banjarmasin, Batulicin, Palangka Raya (sudah closed sejak 2006), Banjar Baru, Makassar, Kendari, Ternate, Manado, dan Sorong. Rute ini paling favorit buat gue, karena kental ‘rasa’ adventurenya karena rute ini paling susah cari tiket pesawat (karena mahal dan budget level staf kayak kami terbatas), paling banyak ngabisin waktu di jalan (kalo pake kapal laut), paling susah cari makanan yang cocok dilidah, paling susah nyari penginapan dan paling miskin pas pulang lagi ke Jakarta. Gue sih belum pernah ke Ternate, Sorong ma Manado, tapi temen-temen yang lain udah (kasian deh gue..). Kota yang punya the most unforgotable moment adalah Makassar, karena orangnya yang ramah dan sampe sekarang mereka masih inget sama gue, hiks..

3.Jawa Barat. Bandung adalah kota basenya. Dari Bandung kami ke Garut, Ciamis, Pamanukan, Indramayu, Kuningan, Karawang, Purwakarta dan Cianjur (3 kota terakhir biasanya diambil PP dari Jakarta). Meskipun gue orang Bandung, biasanya gue paling ga nikmatin jalan ke Jabar. Karena waktunya singkat dan luar biasa capek dijalan tapi ‘rasa’ adventurenya sangat ga dapet banget :P.

4.Jawa Tengah. Rute yang pernah gue jalanin adalah : Semarang, Kudus, Solo, Madiun, Yogyakarta, Purwokerto, Cilacap, Pekalongan dan Tegal. Kalo rute ini mah so so lah. Tinggal nikmatin ajah.

Meskipun Indtim adalah rute favorit gue dengan segala ‘rasa’nya, tapi yang paling bikin kaya pengalaman adalah perjalanan ke Sumatera. Dari kota ke kota, orang-orang yang ditemui seperti punya satu akar budaya melayu tapi ternyata punya output yang berbeda. Baik dari bahasa sehari-hari, kebiasaan sampai perilaku khas dari masing-masing daerah. Seru banget ngamatinnya! Bener-bener memperkaya wawasan!

Perjalanan antar kota di Sumatera pun bikin gue selalu bersemangat untuk menghadapinya. Gue pernah pake kereta ekonomi yang luar biasa hareudang dan bikin pegel pantat (Palembang-Lubuk Linggau, 8 jam bo!); angkot yang ngetemnya lama, banyak copet, panas, tapi tempat duduknya ngadep ke depan bukan kesamping; travel yang ACnya luar biasa dingin, musik dangdut yang super duper keras yang bikin ga bisa tidur dan tempat duduk yang sempit; bis AC seat 2-2 yang kursinya ga recleaning seat dan di pinggir tempat duduk gue ada cowok yang muntah tiap 4 jam sekali (yalks..!); sampe bis super executive yang seatnya 2-1, recleaning, toilet di dalem dan dapet snack sebelum berangkat.

uuugh..gue kangen jalan jalan lagi, explore tempat baru lagi, wisata kuliner lagi, berpetualang lagi, ketemu orang baru lagi, mendapatkan pengalaman yang kaya lagi, memacu adrenalin lagi, naek pesawat lagi, naik bis lagi, naek travel lagi, naek kapal laut lagi, naek beca motor lagi, kenalan ma cowok ganteng lagi, berburu oleh-oleh lagi, ngabisin duit lagi, ke pantai lagi, ngekos lagi, naik busway lagi, naik bus mayasari lagi, naik metromini lagi, naek kopaja lagi, naek primajasa lagi, ngejar ngejar bis di UKI lagi, ngelakuin perjalanan dari Karawang ke Bekasi naik bis 3/4 dan ngerasain panas nya sinar matahari yang menyengat lagi, bawa-bawa travel bag lagi.. pokonya segala hal yang bikin hidup gue bisa berbeda setiap hari, suasana yang gue jalanin berbeda setiap hari, orang yang gue temuin berbeda setiap hari, perasaan dan pengalaman yang gue dapet berbeda setiap hari, yang ga bisa gue dapet di tempat kerja sekarang. please help me! give me back my every moment!

*gue nulis ini ketika gue lagi bener bener ngerasa stress karena kerjaan, gue ngerasa i’m not in to it. gue juga bingung harus gimana..hiks..

kapal laut

Gue pernah beberapa kali naek kapal laut, termasuk ferry penyebrangan. ini nih ceritanya.

1. Merak-Bakauheni dan sebaliknya. lama perjalanan kurang lebih 3 jam. Pake ferry, bikin mual dan mabok laut klo kita turun dari bis. Berbekal pengalaman itu, gue lebih suka diem di bis aja pas penyebrangan. Di bis bisa tidur nyenyak karena ACnya dipasang, dan nyaman banget (gue pake bis executive recleaning seat 2-2).

2. Surabaya-Banjarmasin dan sebaliknya. Lama perjalanan sekitar 24 jam. pake kapal ro ro, mual dan mabok laut juga. yang paling top maboknya sih waktu pas dari Banjarmasin menuju Surabaya, satu keresek gede! Hiii..jorok! Tapi emang bener, banyak banget yang keluar dari perut! Padahal gue pake kelas VIP yang kamarnya berAC dan ada tvnya, tapi teuteup ga ngaruh. Kamar vip juga makanannya enak, dapet welcome drink segala, tapi dasar nasib mesti gue keluarin semua tuh satu keresek. Rute Surabaya-Banjarmasin sih alhamdulillah ga mabok, itu pun karena gue minum antimo banyak banyak..heuheu..

3. Watampone-Kendari dan sebaliknya (eh bener ga sih jurusannya itu?). Lama perjalanan sekitar 5 jam. pake kapal ro ro, gue minum antimo dan tidur pules, jadinya ga mabok. Tidurnya pun di bangku panjang di ruangan berAC, karena gada kamarnya. Tidur dibangku panjang pun kena bayaran 12rb perak. Klo kita mu tidur dikasur diruangan yang sama, kita mesti nyewa ama preman kapalnya. Kalo ga salah sih dulu 10rb, entah sekarang berapa, jadi total yang mesti dikeluarin 22rb.

4. Makassar-Surabaya. Lama perjalanan sekitar 24 jam. Nah klo yang ini pake kapal laut Pelni yang gede, jadi ga berasa mual or mabok. Karena gue ambil kelas 3 wisata, jadinya kita tidur satu ruangan banyakan tapi tempat tidurnya sendiri-sendiri. Bawah tempat tidur ada laci yang pake kunci buat naro barang barang. Kalo udah jam makan, kita ngantri satu satu. Nasi ma lauknya udah dijatah, jadi gada yang bisa ambil lebih. Kamar mandinya lumayan jorok, heuheu.. Ngantri banget klo pagi dan sore hari. Bisa mandi juga udah beruntung banget. Musholanya ada deket buritan kapal, diluar. Jadi klo beres sholat kita bisa nongkrong-nongkrong disisi kapal sambil liat pemandangan indah dan lumba lumba yang ngejar ngejar kapal.

Duh, jadi kangen naek kapal lagi. Pengennya sih bisa sampe Papua, pulau terbesar se-Indonesia yang selalu gue impikan untuk bisa menginjakkan kaki di sana. Mudah-mudahan ada waktu dan kesempatan lagi buat bisa jalan-jalan mengunjungi kota-kota di Indonesia lainnya. Amin.